Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Maret 10, 2010

Dua Gejala Sebagai Proses Peseimbangan

Dua Gejala Sebagai Proses Peseimbangan

Oleh : Jalius HR.

Jalius HR

Ada dua berita yang saya kutip disebuah harian Nasional, yakni koran KOMPAS, yaitu terbitan 10 maret 2010. Berita yang di lansir adah seputar keadaan cuaca. Berita pertama judulnya adalah  Panas Ekstrem di Lampung   kutipannya adalah sebagai berikut;

 ….” Cuaca panas ekstrem menerpa sebagian wilayah Indonesia, termasuk Lampung. Cuaca ekstrem ini sedikit banyak telah mengganggu aktivitas warga. Suhu di waktu puncak siang hari, dalam beberapa hari terakhir di Bandar Lampung dan sekitarnya berkisar 33-35 derajat celsius. Padahal, biasanya, suhu maksimum di kota itu maksimal 33 derajat celsius.

Selain panas terik, suhu di pengujung musim hujan ini mengakibatkan kondisi kelembaban yang tinggi. Akibatnya, masyarakat cepat mengalami gerah sekalipun itu di malam hari. Apalagi, Bandar Lampung berada di wilayah teluk yang banyak terjadi penguapan air sehingga bertambah panas”…..

Selanjutnya……..” Berdasarkan penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada Maret ini posisi Matahari tepat berada di ekuator sehingga pemanasan bisa mencapai maksimum.”……..

Berita kedua berjudu Empat Wilayah Dilanda Banjir . Kutipan berita   kedua ini adalah sebagaiberikut:…” Hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak Senin malam hingga Selasa (9/3) pagi di tiga wilayah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat mengakibatkan dua orang hanyut.

Koordinator Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) Penanggulangan Bencana Sumatera Barat Ade Edward, Selasa (9/3), mengatakan, selain Kota padang, Kota Pariaman, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Padang Pariaman juga dilanda banjir”……..” Sebagian masyarakat mengeluhkan banjir tahun ini yang jauh lebih besar dibandingkan dengan banjir tahun sebelumnya. Ramadoni Satry, salah seorang warga yang tinggal di sekitar kawasan Asrama Haji, Tabing, Kota Padang, mengatakan, banjir tidak pernah terjadi dengan intensitas seperti tahun 2010 ini. Banjir di kawasan itu merendam rumah warga hingga sebatas betis orang dewasa. ”Air naik dari lantai rumah yang rusak akibat gempa dan dari sekitar rumah yang menggenang,” kata Ramadoni.

Dedi Henidal, Ketua Badan Penanggulangan Dampak Bencana Daerah Kota Padang membenarkan soal intensitas banjir yang pada tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan banjir tahun lalu. ”Sekarang hujan hampir terjadi setiap malam,” katanya sembari menyebutkan, sejumlah daerah, yang pada tahun lalu belum dilanda banjir, pada tahun ini tergenang banjir.

Kalau dicermati banyak berita yang terkait dengan ancaman musim panas pada suatu daerah sering diberitakan sebagai dampak pemanasan global (Global Warming). Beritanya juga sangat tendensius. Beritanya juga dipisahkan secara berjauhan (baik waktu  maupun daerah pemberitaannya ) antara musim kemarau dengan musim penghujan. Sehingga banyak juga para ilmuan sambung menyambung memberitakannya sambil meng ‘iya’ kannya. Demikian pula sebaliknya bila terjadi curah hujan dan angin badai yang ekstrim mereka berlomba pula memberitakannya secara tendensius. Mereka bersepakat pula dengan mengusung konsep akibat “Elnino” atau kekacauan iklim.

Biasanya berita itu dibuat agar manusia di  dunia tercengang dengan teori yang mereka lontarkan. Disaat kemarau panjang itu adalah akibat pemanasan global. Kalau musim hujan yang ektrim di usung konsep Elnino. Mereka memberitakannya secara parsial atau terpisah.

Tapi kenyataannya sekarang dua cuaca ekstrim di dua daerah yang hampir sama atau berdekatan, yakni di Pulau Sumatera, daerah Lampung bagian selatan dan Sumatera Barat bagian baratnya. Bagaimana logikanya Pemanasan Global itu ?

Sadar  kita atau tidak bahwa dua gejala seperti itu adalah sebuah proses keseimbangan. Dalam Al-Quran Allah mengatakan  Kamilah yang mengaturnya ……. Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.     Al-a’raf 57.

….”Sesungguhnya dari dahulu pun mereka telah mencari-cari kekacauan dan mereka mengatur pelbagai macam tipu daya untuk (merusakkan) mu, hingga datanglah kebenaran  , dan  nyatalah urusan Allah, padahal mereka tidak menyukainya.    At-Taubah 48.

Wassalam,
Lubuk Buaya  Kota Padang, 11 Maret 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: