Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Maret 14, 2010

Warga Sekolah Perlu Menghargai Waktu

Warga Sekolah Perlu Menghargai Waktu

Oleh: Marjohan M.Pd
Guru SMAN 3 Batusangkar

Marjohan, M.Pd

Apakah  ungkapan time is money masih ada di sekolah-sekolah dan apakah warga sekolah  masih ada yang memahaminya ? Tentu saja ada. Kalau ada kenapa kok begitu banyak siswa yang keluyuran saat  jam belajar. Ibu dan bapak guru melangkah dengan penuh enggan ke dalam kelas ?. Kenapa siswa dan warga sekolah yang lain ( yang menyebut  diri sebagai orang moderen  dan peduli dengan teknologi, namun membenamkan kepala sampai berjam-jam hingga lupa untuk pulang, beribadah dan lupa dengan tanggung jawab lainnya di rumah, gara-gara kecanduan dengan game online pada internet. Tampaknya anak-anak sekarang tidak takut apalagi sedih bila rapor mereka penuh dengan tinta merah. Namun yang lebih cemas adalah orang tua mereka. Kalau begitu terpantau fenomena bahwa yang sekolah itu bukan lah siswa itu sendiri tapi yang kuat untuk menyuruh mereka bersekolah adalah orang tua mereka. Ya itulah zaman yang tumbuh makin gila.

Memotivasi dan mengajak anak dengan seruan “time is money” dan “assa’ah  kas syaif– waktu itu laksana pedang” mungkin terasa sudah sangat klasik bagi mereka. Namun bagi orang yang senantiasa menghayati dan mengaplikasikannya dalam kehidupan akan menjadi sukses. Yang  kurang menggubrisnya,tentu akan menjadi the losser– orang yang kalah di dunia ini, karena mereka benar- benar terbunuh oleh waktu.

Orang  yang sukses dalam karir dan dalam cita-cita dapat dijumpai dimana-mana. Mengapa mereka bisa sukses ? Jawaban  secara klasik adalah karena mereka bersahabat dengan waktu. Implikasi dari ungkapan “time is money” adalah bahwa kita musti membiasakan hidup dengan disiplin tinggi, penuh semangat, suka bekerja keras dan senang melakukan eksplorasi- melakukan  penjelajahan. Orang-orang sukses di negara maju seperti di Jerman, Prancis, Singapura, Jepang dan Amerika, atau juga di negara kita sendiri,  adalah karena mereka memiliki karakter endeavour atau semangat suka bekerja keras dan menggunakan waktu secara efektif dan effisien.

Menjamurnya produk ICT (information communicative technology) di pasaran seperti cellular phone, TV, note book, LCD, MP3, internet, facsimile, dan lain-lain adalah hasil dari kerja keras para inventor (penemu) dalam bidang ICT ini. Karena produk-produk tersebut diciptakan secara massal dan biaya  atau harganya juga reasonable telah membuat masyarakat luas mampu memiliki, mengakses atau mengkonsumsi nya secara massal pula. Cara dan pola mengkonsumsi produk ICT tersebut menentukan gaya hidup mereka, apakah mereka menjadi pengguna teknologi yang passif atau  menjadi pengguna teknologi yang cerdas sehingga mampu melejitkan potensi diri  mereka.

Kelompok usia remaja remaja (mulai dari siswa SMP, SLTA sampai kepada mahasiswa) tercatat sebagai pemakai produk ICT yang terbanyak di dunia. Coba perhatikan siapa yang banyak lalu lalang di keramaian kota, di mall/ plaza sampai kepada sambil mengotak atik HP atau MP3 dan yang duduk di dalam boxnya warnet atau café net, maka pastilah kelompok usia  remaja. Kualitas  para remaja yang hidup pasa zaman sekarang akan menentukan kualitas bangsa di masa depan. Namun bagaimana semangat hidup remaja sekarang secara umum, masihkah mereka memiliki endeavour- suka bekerja keras- dan senang menghargai waktu seperti ayah dan kakek mereka ?

Karakter remaja sekarang secara umum dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu mereka mereka yang cenderung bergaya hidup endeavour dan bergaya hidup hedonis. Endeavour yaitu, sekali lagi, senang bekerja keras, memanfaatkan waktu secara efektif, effisien, memiliki motivasi dan memiliki  semangat hidup yang hebat. Sementara gaya hedonis  adalah  gemar mencari kesenangan hidup dengan sedikit usaha. Prilaku ini terpantul dari kebiasaan suka kongkow, bermalas-malas, dan tidak mau tahu dengan urusan waktu.

Kemungkinan  jumlah  kelompok  remaja yang berkarakter endeavour tidak sebanyak mereka yang berkarakter hedonis. Bisa jadi jumlah mereka yang bergaya hidup hedonis cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Mereka yang berprilaku hedonis punya semboyan hidup “hidup santai dan masa depan cerah”. Ini terpantau pada kelompok remaja yang gemar kongkow-kongkow, dan hura-hura secara berlebihan di mall, di plaza, di café, di keramaian jalan raya, dan sampai kepada remaja dalam bis kota. Gaya hidup yang begini perlu untuk diobah. Bila  tidak bahwa suatu waktu akan muncul ledakan patologi social, dimana sejumlah besar orang remaja  tumbuh menjadi  orang dewasa yang tidak berdaya, suka memelas, tidak bersemangat dan miskin dengan motivasi hidup. Akhirnya mereka menjadi beban bagi kehidupan orang- family, teman atau pemerintah.

Dari mulut ke mulut dikatakan bahwa nenek moyang kita adalah orang-orang pekerja keras. Mereka adalah pelaut ulung, pedagang dan pekerja yang rajin. Bila mengalami kesusahan maka mereka segera pergi merantau untuk mencari sumber penghidupan baru. Mereka sangat menghargai waktu. Namun bagaimana eksistensi kita sebagai cucu mereka, apakah kita sama dengan mereka- suka kerja keras, dan mengharai dan bersahabat dengan waktu ?

Prilaku remaja yang menjadi fenomena umum saat ini adalah kita (sebahagian remaja) suka mengeluh, mengeluh kalau diberi tugas rumah dan tugas sekolah. Kita  terlalu banyak menghabiskan waktu hanya untuk urusan hiburan, mendengar dan melahap program hiburan dan musik hampir sepanjang waktu. Kita  mengkonsumsi acara televisi  hingga berjam-jam. Kita menjadi untuk  malas bergerak dan berolah raga, suka menunda pekerjaan,  dan juga menjadi maniakdengan permainan digital dan sebagainya. Karakter-karakter ini berpotensi menjadi batu penyandung dalam  meraih kesuksesan  kita di masa depan, Maka untuk itu kita  perlu menendang karakter yang kurang terpuji ini secepatnya.

Menikmati hiburan (entertainment) sangat kita perlukan untuk mengendorkan saraf menenangkan jiwa dan fikiran yang tegan.  Secara umum  orang mendengarmusik/ lagu, tidur atau menonton film atau sinetron untuk mengendorkan ketegangan jiwa. Orang yang peduli dengan waktu dan kualitas hidup, mereka melakukan hal ini  hanya sekedar pelepas lelah saja. Namun banyak yang menjadi maniak: gila hiburan, melahap semua program televisi dari saat bangun tidur hingga malam tiba. Mereka   melahap lagu  album demi album dan melahap semua kepingan VCD film dari sinetron.

Fenomena miring  sebagaimana disebutkan di atas bisa jadi kita lakukan dan juga dilakukan oleh banyak rumah tangga lain. Sementara itu bagaimana dengan fenomena prilaku remaja pada banyak sekolah ? Banyak pelajar atau remaja yang kurang  peduli dengan waktu. Ini terlihat dari kebiasaan mereka yang suka begadang, suka hura-hura, suka menunda waktu, suka mejeng di mall/ plaza, dan jalan-jalan tidak karuan atau kecanduan dengan game online hingga menghabiskan iuran sekolah atau uang  jajan hingga berjam-jam. Campur tangan dari orang tua dan nasihat dan bimbingan dari guru tetap  sangat dibutuhkan untuk memotivasi mereka tentang cara penggunaan waktu yang tepat untuk belajar, istirahat, dan melakukan aktivitas lain di rmah.

Umumnya orang orang sukses di dunia ini seperti pebisnis, pedagang, pemikir dan tokoh tokoh sukses lainnya adalah orang orang yang tidak  suka begadang, hura-hura, mejeng di mall/plaza, dan jalan-jalan tidak karuan  hingga kecanduan dengan game online. Mereka adalah orang orang yang suka  bersahabat dengan waktu dan memiliki semangat kerja keras  yang hebat. Tidak mungkin para  remaja yang tercatat sebagai peraih medali emas dalam ajang olimpide sains (kimia, fisika, biologi dan matematika) adalah orang-orang yang gemar hura-hura dan mejeng di mall dan plaza.

Remaja- remaja yang hafal dengan al-Qur’an, jago dalam lomba akademik tentu saja tidak suka kongkow- bermalas malas  di kafe, di warung  kopi sampai berjam jam atau bersikap suka menunggu-nunggu. Kalau demikian  halnya, maka untuk mengejar kesuksesan, setiap orang musti mampu menendang karakter negatif tadi jauh-jauh. Sebagai gantinya  mereka musti memiliki karakter menghargai waktu, bersahabat dengan waktu, dan bersikap penuh semangat. Sikap ulet (penuh semangat)  tidak akan tumbuh dengan sendirian. Sikap ini perlu pengkondisian, tekad dan komitment, serta dukungan lingkungan.

Sikap dan semangat  hidup  seseorang ternyata  bisa menular  pada orang lain  ibarat virus. Bila seseorang banyak dikelilingi oleh orang yang pesimis, passif, tak berdaya,suka mengejek dan kurang pandai menghargai orang lain maka dipastikan bahwa pribadi mereka akan jadi hancur lebur. Untuk menumbuh sikap endeavour (semangat kerja keras) dan sikap bersahabat dengan waktu, sangat membutuhkan pemodelan dari orang tua, guru-guru, teman-teman dan tokoh yang dipilih. Adalah suatu hal yang positif bila  banyak kaum remaja yang membiasakan diri untuk melakukan brbagai kesibukan- mengerjakan hobi posititif, membantu orang tua, aktif dalam organisasi dan aktif dalam mengerjakan tugas sekolah. Ini adalah  langkah  awal untuk menjadi orang yang memiliki sikap endeavour.

Strategi untuk menghargai waktu adalah dengan cara, sekali lagi, menjauhi kebiasaan hura-hura, kongkow, menunda pekerjaan, maniak dengan game dan hiburan dan seterusnya musti mempunyai agendakehidupan. Orang sukses mempunyai sejumlah  aktifitas harian, dari pagi hingga sore/  malam, kemudian juga [unya sejumlah  kegitan mingguan- seperti mendalami agama, olah raga, menguasai bahasa asing lainnya atau menyelesaikan  proyek dalam membantu ekonomi orang tua. Saat semangat kerja keras dan menghargai waktu  mulai langka di sekolah , maka marilah kita menjadi orang pertama sebagai pionir untuk mengajak teman, keluarga  dan orang lain, dengan harapan untuk menngkatkan kualitas diri dan kualitas bangsa ini, dan pesan . .

Iklan

Responses

  1. ————————-
    اَلسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَ حْمَةُا تُهُ اللهِ وَبَركَا تُهُ
    ——————————
    Pak Marjohan.

    Sekaitan dengan tulisan P’ Marjohan ada hal yang sangat mendasar harus difahami dengan baik. Yakni pengertian menghargai waktu. Hampir semua orang menghargai waktu. Teroris sekalipun sangat menghargai waktu ?

    Makanya tulisan P Marjohan harus di “plot” untuk kiat beramal shaeh.

    Wassalam
    Jalius.HR


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: