Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Maret 18, 2010

Harga Kesehatan Tubuh Sangat Mahal

Harga Kesehatan Tubuh Sangat Mahal

Oleh: Marjohan, M.Pd
Guru SMAN 3 Batusangkar

Marjohan, M.Pd

Saya termasuk orang yang tidak suka melahap semua acara televisi. Bila acara terasa tidak berguna maka televisi cenderung dimatikan. Namun rasa ingin tahu saya tergelitik saat melihat sekilas acara Kick Andy di Metro TV. “Wah acara apa ini , kok pakai kata kick segala, mungkin acara sepak bola atau acara olah raga yang lain ?”.

Kick Andy bukanlah acara olahraga walau di sana ada kata “kick”, namun ia adalah acara olah rasa atau olah emosi. Acara ini menjadi menarik karena memuat atau melibatkan unsur emosional. Berisi informasi, pengalaman, liku-liku kehidupan manusia yang penuh dengan ketegaran dan pencerahan. Jadi acara tersebut terkesan punya nilai  pendidikan dan juga nilai hiburan.

Selanjutnya, bahwa saya bukanlah orang yang cengeng yang mudah menangis, meneteskan air mata, dan saya sendiri sudah lama tidak menangis lagi. Namun saat mengikuti alur cerita dalam acara kick andy, tiba-tiba air mata saya meleleh, dan terasa panah di pipi. Emosi saya terasa diaduk aduk oleh plot-plot dialog oleh presenter dan tokoh tokoh hebat yang langsung terlibat dalam acara “Kick Andy Hero” di awal bulan Maret (2010) tersebut.

Penyerahan anugerah pada seorang tokoh, pemuda buntung total, jalanya seperti merangkak, namun sangat kreatif, inspiratif dan inovatif bagi saya dan banyak penonton. Ia adalah pemuda hebat, walau kedua kaki buntung total ternyata mampu menghidupi banyak karyawan dari usaha yang ia rintis. Begitu pula dengan tokoh lain, juga seorang pemuda, namun buta total, jalanya hampir meraba-raba, mampu menciptakan sound track untuk produk ICT (information communicative technology) dengan menggunakan komputer, bagaimana ia melihat dan menciptakan dengan ketajaman syaraf jari dan ketajaman mata hatinya. Kedua tokoh cacat yang sangat hebat tadi pasti telah menjadi motivator dan inspirator yang luar biasa bagi jutaan penonton metro TV yang memiliki kondisi tubuh yang normal.  Kita dan mereka harus malu dengan dua kaki dan dua mata yang mereka miliki bila ternyata tidak berdaya dalam hidup ini.

Acara kick Andy berikutnya, masih dalam bulan Maret ini, adalah tentang transplantasi ginjal atau cangkok ginjal. Betapa amat berharganya sekeping ginjal apalagi dua keping ginjal dalam rongga tubuh kita yang berguna dalam menyangga kelangsungan hidup kita, namun banyak orang (kita) kurang menyadari tentang harkat dan harga sekeping ginjal tersebut bagi kehidupan. Sementara itu betapa orang yang menderita gangguan ginjal mendambakan kesehatan ginjal, berharap agar mampu memperoleh tubuh yang segar bugar (fit and fresh) dan ingin merasakan “betapa indahnya dan nikmatnya kalau bisa kencing (maaf) secara normal lagi”.

Betapa gangguan ginjal telah membuat dunia ini terasa dan terlihat tidak indah dan menarik lagi bagi sang penderita gangguan ginjal. Kemudian betapa mulianya jiwa seorang bapak yang amat rela untuk mendonorkan sekeping ginjalnya untuk kelangsungan hidup anak kandungnya dan ia pun ikhlas atas resiko sebagai pendonor ginjal. Atau betapa tulusnya hati seorang kakak yang telah menyerahkan sekeping ginjalnya pada adiknya, walau  akhirnya tidak lama bisa bertahan hidup dan ia  pun meninggal dunia (setelah bertahan hidup selama lima tahun). “Sedikitpun aku tidak menyesal, telah menyerahkankan ginjal saya pada adik sya walau akhirnya ia pun meninggal, namun ia kan mampu bertahan hidup selama lima tahun dan sekarang ginjal ku pun ikut pergi bersamanya”.

Kini bagaimana halnya dengan saya dan kita semua. Kita sering kali tergila gila mengejar kepuasan dunia dan kepuasan hidup belaka.  Kita hanya puas dan bangga dengan karir yang meningkat, mobil mengkilat dan rumah yang begitu megah. Pergi jalan-jalan keluar negeri yang memberikan kebahagian, sekali lagi, kepuasan  yang semu. Betapa mulianya tokoh tadi yang begitu ikhlas menyerahkan sekeping organnya (ginjal) pada orang yang sangat mendambakanya demi menyambung kelangsungan hidupnya. Juga betapa kaya dan bahagianya jiwa tokoh buta dan tokoh buntung yang bisa hidup dengan  penuh arti, sekaligus telah menjadi motivator dan inspirator bagi jutaan orang  dengan tubuh lengkap untuk mempedayakan diri mereka.

Ada pelajaran tersirat dari tayangan televisi tadi, yaitu bagaimana agar kita bisa berbagi dengan sesame, menyayangi dan mencintai organ tubuh kita. Mengajak banyak orang untuk bisa memelihara tubuh dan oragan tubuh mereka, seperti mata, paru-paru, jantung, rambut, ginjal dan kulit. Betapa banyak orang kurang peduli dalam memelihara dan menyayangi mata. Lihatlah bahwa banyak buruh las karbit di bengkel yang bekerja tanpa menggunakan masker mata.

Atas nama gaya hidup moderen, banyak orang yang  tergiur oleh tipuan iklan bahwa yang hebat dan moderen itu adalah kalau seseorang selalu mengkonsumsi rokok, minuman bir/ minuman keras, sampai kepada minuman dan makanan yang kaya dengan zat pewarna dan penyedap rasa (sebagaimana dianjurkan iklan oleh belasan stasiun televisi di Indonesia ini). Kurikulum di berbagai sekolah tidak pernah mengajarkan tentang tekhnik merokok yang hebat. Namun konser dan ivent olah raga yang disponsori oleh industry rokok sangat sukses dalam membujuk dan menciptakan ribuan pelajar untuk menjadi pencandu rokok. Coba lihat sekarang bahwa dimana ada keramaian- konser music atau acara olah raga, maga disana spanduk iklan rokok menyambut mereka dengan semarak.  .

Percuma saja pada beberapa tempat mangklnya para remaja dibuat semboyan dan ajakan seindah mungkin “jauhi narkoba dan say no to drug”, kalau pintu untuk mengkunsi rokok dibuka lebar-lebar. Karena merokok itu sendiri adalah pintu untuk memasuki dunia narkoba. Omong kosong kalau tiba-tiba saja seorang siswa bisa menjadi pengguna narkoba. Hampir dipastikan bahwa mereka menyentuh benda haram (narkba) ini setelah terlebih dahulu sukses sebagai perok- pelajar pria atau pelajar wanita. Merokok, apalagi mengkonsumsi narkoba, sungguh membahayakan paru-paru, otak, dan jantung.

Media massa- cetak dan elektronik- sangat efektif dalam membius dan mengobah pola fikir bangsa Indonesia. “wah kamu kuno kalau tidak mencoba fast food ini, wah kamu kampungan kalau tidak mengkonsumsi makanan bermerek ini”. Kini bangsa kita telah menjadi bangsa yang paling gemar menonton dan hampir malas untuk berolah raga. Bagi yang memiliki sarana transport- sepeda motor dan mobil- telah menjadi pemalas untuk bergerak dan berjalan kaki. Yang lain mungkin juga kurang tahu bagaimana kiat hidup segar dan bugar- fit and fresh– itu.

Di suatu tempat ada pemuda yang maniak dalam mengkonsumsi minuman berlabel, cuci muka dengan air mineral, dan selanjutnya untuk minuman saat sarapan pagi, makan siang dan makan malam adalah minuman berlabel (mengandung zat pengawet, penyedap dan pewarna) yang dikemas dalam botol atau kaleng. Setelah mengkonsumsinya dalam rentang waktu agak lama maka ia mengalami gangguan empedu dan ginjal. Gaya hidup dan pola makan dan minum yang salah telah mendatangkan resiko bagi kesehatan tubuh dan jiwa mereka. Badan yang sakit telah membuat dunia ini tidak indah lagi untuk di jalani. “Sayangilah tubuh, lakukan pola makan dan hidup yang sehat dan cintailah organ tubuh mu”. Mungkin demikianlah anjuran dan nasehat orang yang sedang dilanda penyakit serta gangguan organ tubuh terhadap orang lain.

Untuk hidup sehat, kita pemeluk Islam sangat tepat bila mengikuti anjuran dan cara hidup Rasullullah SAW. Dalam sejarah nbi diketahui bahwa Nabi selalu tidur lebih awal, tidak menyukai aktifitas begadang. Dan bangun malam untuk beribadah pada Sang Pencipta langit dan bumi-  shalat tahajjud dan inipun dilaksanakan untuk mencapai kesucian dan kebersihan jiwa. Rasullulah, para ahabat dan banyak orang sholeh menghindari (mengharamkan) khamar- minuman keras-  menjauhi rokok, melaksanakan puasa sunat dan kalau makan maka berhenti sebelum kenyang.

Banyak minum air putih, mengkonsumsi makanan berserat, kaya vitamin dan protein bisa membuat tubuh sehat. Cukup olah raga, cukup istirahat dan cukup tidur adalah anjuran cara hidup sehat dari dunia kesehatan yang selalu up to date. Bila kita telah melaksanakan pola dan cara hidup sehat yang demikian, namun tiba-tiba kita sakit- mengalami gangguan organ, barangkali inilah yang dikatakan sebagai takdir yang harus kita terima dengan sabar dan tawakal. Namun secara umum bahwa pola hidup yang sehat akan mendatangkan berkah kesehatan bagi kita, merasa bugar  dan sehat selalu. Kini lakukanlah pola hidup sehat karena harga kesehatan tubuh itu sangat mahal.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: