Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | April 19, 2010

Rektor: Markus Merupakan Produk Perguruan Tinggi

Rektor: Markus Merupakan Produk Perguruan Tinggi

Medan (ANTARA) – Rektor Universitas HKBP Nommensen (UHN), Dr Jongkers Tampubolon, mengatakan, oknum-oknum yang terlibat dalam makelar kasus (markus) pada umumnya juga merupakan produksi perguruan tinggi.

“Untuk itu pantas dipertanyakan apa yang salah dalam sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini, khususnya pada pendidikan tinggi,” katanya, di Medan, Minggu.

Ia mengatakan, masyarakat dewasa ini sudah mulai kritis mempertanyakan apa yang salah dalam sistem pendidikan khususnya di pendidikan tinggi sehingga sarjana sekarang ini lemah dari sudut moral, sosial dan spiritual.

Sangat disadari bahwa penguasaan ilmu yang tinggi oleh seorang individu yang tidak memiliki pengendalian diri, tidak akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Selain itu juga dapat menciptakan ancaman bagi masyarakat apabila ilmu yang tinggi itu digunakan untuk mendukung kejahatan,” katanya.

Untuk itu, lanjut dia, sangat diharapkan kepada lulusan perguruan tinggi agar memiliki kadar kekuatan mental dan spiritual tinggi serta terbiasa hidup dalam organisasi yang taat aturan.

Dengan demikian akan tercipta sumber daya manusia yang dapat membawa kesejukan kepada masyarakat melalui toleransi, solidaritas yang mengejar kepentingan pribadi tanpa mengorbankan kepentingan orang banyak.

“Sehingga kedepan tidak ada lagi markus-markus lainnya yang muncul, yang hanya akan membuat susah bangsa ini,” katanya.

Iklan

Responses

  1. Dr Jongkers Tampubolon, Sangat keliru, sampai saat ini belum ada perguruan tinggi yang tujuanya untuk menghasilkan sarjana “markus” yang profesional.
    Saya menggunakan sebuah perumpamaan untuk beliau itu, seperti pedagang di Pasar Kota Medan yang menjual pisau. Belum ada pedangang yang tujuannya menjual pisau untuk penusuk perut orang.
    Kalau ada orang yang menusuk perut orang lain dengan pisau dalam suatu perkelahian, itu bukan karena (disebabkan)pedagang yang menjual piasu. Hal yang demikian sudah berada dalam ranah pemikiran yang lain, yakni soal kejahatan atau pembelaan diri.
    Saya juga mengutip pernyataan beliau seperti berikut,
    ……”Sangat disadari bahwa penguasaan ilmu yang tinggi oleh seorang individu yang tidak memiliki pengendalian diri, tidak akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.”……
    Bila seorang sarjana setelah berada dalam masyarakat maka “pengendalian diri” dalam berperilaku bukan lagi persoalan perguruan tinggi.
    Pengendalian sudah merupakan tanggung jawab dirinya sendiri, dan masyarakat (lembaga hukum).
    Kalau ada seseorang yang bersalah lembaga hukum harus berfungsi, seperti polisi dan pengadilan.
    Makanya beliau itu harus ferfikir kembali, bagaimana menempatkan pemikiran yang jernih atas persoalan yang seperti itu. Jangan melebarkan permasalahan yang telah fokus, sehingga menjadi kabur.
    Kita semua pantas bertanya, ada apa dibalik pernyataan itu ?

    Sekian…

  2. Ya,,contohnya aja kemaren pas lomba LKS SMK tingkat propinsi yang diadakan di Universitas negeri padang dan jurinya pun berasal dari Universitas tersebut,
    akhirnya yang jadi pemenang lomba Siswa yang dibina di UNP tersebut.
    Sungguh menyedihkan saat penjurian, siswa SMK negeri 1 solok yang mengikuti kategori lomba IT networking yang telah menyelesaikan seluruh soal dan hanya tinggal 1 langkah terakhir yaitu sharing printer, tetapi juri menolak dengan alasan printer belum ada dan harus besok…dan pada saat ditanya oleh guru pembimbing dari SMK 1 solok dimana letak kelalaian muridnya, sang juri hanya menjawab sekenanya “kesalahan Configurasi Router”, saat ditanya dimana yang salah sangseolah-olah tutup telinga dan tutup mata tidak mau memberi tahu….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: