Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | April 21, 2010

Kenapa Permukaan Air Laut Naik ?

Kenapa Permukaan Air Laut Naik ?

Oleh : Jalius HR

Jalius HR. Dosen FIP Univ. Negeri Padang

Ketua jurusan Geografi Lingkungan Universitas Gajah Mada Jogyakarta Junun Sarto hadi mengatakan, dengan garis pantai sepanjang 88.000 kilometer, dan 17.500 pulau Indonasia sangat rawan naiknya permukaan air laut. Pulau-pulau berketinggian satu meter di atas permukaan laut terancam tenggelam – jumlahnya mencapai ratusan. Menurut dia, dampak kenaikan permukaan air laut di Indonesia terlihat dengan meningkatnya intensitas banjir di kota pesisir, seperti Semarang, Surabaya dan Jakarta.(Kompas.16.2.09)

Dalam hal ini sudah banyak pakar meteorologi yang mengatakan , itu sudah merupakan implikasi dari pemanasan global. Tejadinya pemanasan global menyebabkan mencairnya lapisan es di kutub utara dan selatan bumi, sekaligus memicu naiknya permukaan laut.

Tapi dalam hal naiknya permukaan air laut, ada beberapa faktor yang sangat dominan yang terlupakan oleh para analis, di antaranya adalah :

1. Di bumi ini terdapat ribuan sungai, semuanya bermuara k elaut. Setiap sungai selalu membawa partikel atau meterial ke laut berupa lumpur atau tanah misalnya. Kejadian ini telah berlangsung ribuan tahun. Yang paling tinggi kadarnya tentu saja disaat banjir. Memang saya tidak mempunyai data yang akurat tentang jumlah material yang dibawa oleh sungai ke laut, namun penulis berkeyakinan sudah jutaan meter kubik material yang mengendap di dasar laut dan sudah ratusan ha delta yang terbentang di muara sungai. Faktor ini tentu saja membuat pendangkalan dasar laut di daerah tertentu.

2. Di Indonesia saja panjang pantai le bih kurang 88.000 km. Pada sebahagian besar dari pantai tersebut telah terjadi abrasi atau pengikisan tanah oleh air laut.  Semua materialnya mengendap ke dasar laut. Bayangkan saja berapa km panjang pantai di  bumi yang telah diterjang ombak. Saya yakin bahwa jumlah materialnya juga sudah jutaan meter kubik. Ini juga akan mendorong permukaan air laut naik.

3. Di dunia ini atau di banyak negara ada banyak pelabuhan, ukurannya besar atau kecil jumlahnya saya juga tidak tahu.  Hampir semua dari pelabuhan tersebut dibangun dengan jalan reklamasi atau penimbunan pinggiran pantai. Dalam hal ini juga termasuk reklamasi untuk pembuatan jalan dan  pelebaran kawasan. Contoh terbaik bagi kita adalah perluasan kota Singapura, atau tempat-tempat rekreasi di kawasan Teluk Parsia. Bebagai tempat pemukiman di berbagai negara kawasan eropa dan Amerika.  Jutaan meter kubik  material telah dibenam kelaut.

4. Sampai saat ini penebangan hutan terus saja berlangsung di seluruh dunia. Sudah jutaan ha hutan tidak lagi berfungsi sebagai reservoir. Biasanya air dalam jumlah besar tertahan oleh belantara hutan. Sekarang bila hujan turun, air dengan cepat sekali   sampai ke laut. Hal ini juga akan menambah debet air laut.

5. Sampai saat ini sudah jutaan ha tanah rawa di seluruh dunia yang ditimbun. Rawa sangat berpotensi untuk menyimpan air, sekarang telah beubah menjadi tempat pemukiman. Air rawapun telah hijrah ke samudera.

6. Danau pun ikut menyumbang untuk kenaikan permukaan air laut. Semuanya itu pengaruh pendangkalan danau karena  endapan hasil erosi.

7. Mungkin juga ? Dari dalam perut bumi sudah jutaan material yang telah keluar, seperti minyak bumi, dan gas serta material gunug berapi. Tentu saja mungkin bumi menjadi keriput juga akibat sering amblas.Dalam hal ini lihat kembali teori “fluida”.

8. Dalam waktu yang bersamaan, permukaan air laut naik, permukaan  daratan juga mengalami penurunan.

Sampai saat ini mencairnya lapisan es di kutub utara dan selatan bumi tetap saja menjadi keraguan  bagi saya sebagai faktor utama yang menyebabkan kenaikan permuakaan air laut. Sebab sampai saat ini salju saja belum  terbang dari Puncak Jayawijaya atau Cayambe. Mana mungkin lapisan es di kutub utara dan selatan bumi telah mencair ? Namun demikian   daerah kutub tentu saja kena dampaknya. Bagian datara rendahnya akan digenangi air laut. Tentu saja aka mengurangi luasnya daerah kutub tersebut. Sama saja halnya dengan banyaknya pulau-pulau kecil yang telah tenggelam di teluk Benggala dan Singkil.

Ke depan kita harus selalu waspada dengan segala dampak yang akan ditimbulkannya. Proses terurai di atas akan selalu berlanjut, dengan  kecepatan semakin tinggi. Berbagai bentuk bencana di daerah pantai akan terus berlanjut  selagi manusia masih hidup.

Lubuk Buaya.  April 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: