Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Mei 8, 2010

12 Ribu Murid SMP Tidak Lulus UN

12 Ribu Murid SMP Tidak Lulus UN

BAHASA INDONESIA BAGUS

Padang, Singgalang [Jumat, 07 May 2010]. Hari ini hasil Ujian Nasional SMP/MTs/SMPT diumumkan. Dari 80.978 peserta, sebanyak 12.195 peserta yang tidak lulus dengan persentasi 85,94 persen. Berbeda dengan UN SMA, siswa SMP lebih menguasai ujian Bahasa Indonesia yang dengan nilai rata-rata 7.24.

Beradasarkan data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sumbar, Kabupaten dan Kota yang paling banyak tidak lulus adalah siswa SMP dari Kabupaten Sijunjung, dari 3.006 peserta tidak lulus 1.431 peserta. Mencapai 47,60 persen siswanya tidak lulus. Berdasarkan nilai, Padang menempati posisi terbaik yang kemudian diikuti Pasaman Barat dan Bukittinggi.

Berikut data kelulusan UN SMP/MTs/SMPT kabupaten dan kota di Sumbar berdasarkan nilai tahun ajaran, 2009/2010. Lulusan terbaik dan terbanyak Padang, dengan jumlah 13.921 siswa, tidak lulus 890 orang. Kemudian Pasaman Barat dengan jumlah siswa mencapai 6.080 siswa tidak lulus hanya 81 orang, urutan ke tiga di ikuti Bukittinggi, dengan jumlah siswa 2.351 orang ti dak lulus mencapai 141 siswa, dengan persentasi 6.00.

Kemudian diikuti Padang Pariaman dengan jumlah siswa mencapai 7.009 orang tidak lulus hanya 487 orang, Pesisir Selatan dengan jumlah siswa 7.984 tidak lulus 497 siswa, Agam 7.244 tidak lulus 1.082 siswa, Pasaman 3.980 siswa tidak lulus 558 siswa, Padang Panjang 1.309 tidak lulus 227, Kabupaten Solok 5.374 tidak lulus 787 peserta.

Begitu juga dengan urutan ke-10 Kota Solok dengan jumlah siswa, 1.309 tidak lulus 220 siswa, Pariaman 1.998 tidak lulus 367, Solok Selatan 2.234 tidak lulus 601, Payakumbuh 2.380 tidak lulus 663 siswa. Tanah Datar menempati posisi 14 dengan jumlah siswa 5.502 tidak lulus sebanyak 1.237, Kabupaten Lima Puluh Kota dengan jumlah peserta mencapai 4.727 tidak lulus 1.229 siswa. Berikutnya Sawahlunto dengan jumlah peserta 948 siswa tidak lulus mencapai 329.

Sedangkan, Kabupaten Kepulauan Mentawai kini meningkat dari sebelumnya pada posisi pincit dengan melampaui Kabupaten Sijunjung dan Dharmasraya pada tiga besar paling bawah. Dengan jumlah peserta 1.035 tidak lulus mencapai 284 siswa. Sedangkan Kabupaten Dharmasraya dengan jumlah peserta 2.587 tidak lulus mencapai 1.084 siswa.

12 besar

Sedangkan, 12 besar siswa nilai tertinggi di Sumbar didominasi siswa dari Padang. Urutan ke 12 diperoleh oleh SMP Bukittinggi. Mereka, Rhogerry Deshyicka dari SMP I Padang dengan total nilai 39.35, urutan kedua ditempati Oktarina Nurfazriani Anjas masih dari SMP I Padang dengan total nilai 38.90 dan urutan ketiga Meylin Purnama Sari dari SMP 12 Padang dengan total nilai 38.85.

Sedangkan tertinggi empat Rikardi Santosa dengan nilai 38,80 dari SMP I Padang, kemudian Cintia Fajri Utami dengan nilai 38 75 dari SMP I Padang, Dhinny Dwi Putri dengan nilai 38.75 dari SMP Negeri 2 Padang, Retno Putri Hafid dengan nilai 38.75 dari SMP I Padang, Fakhri Muslim dengan nilai 38.70 dari SMP I Padang, Rahmi Mulia Putri dengan nilai 38.70 siswa SMP 31 Padang, Kevin Metra Rinaldi dengan nilai 38,65 dari SMP 7 Padang, kemudian Larisa Rahana Putri dengan nilai 38,65 dari SMP 7 Padang dan Rinda Dwi Utami dari SMP Negeri 6 Bukittinggi.
Hadiah.

Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Burhasman Bur, melalui Kasi Kurikulum SMP, SMA dan SMK, Elwinetri, mengatakan, dalam ujian UN SMP/MTs/SMP Terbuka tahun ini, sebanyak 274 siswa memperoleh nilia 10 untuk masing-masing mata ujian. Seperti Bahasa Indonesia, delapan orang, Bahasa Inggris depala, matematika 113 orang dan IPA 135 orang.

“Siswa yang mendapat nilai 10 ini mestinya diberi reward (hadiah) oleh bupati/walikota. Karena ini sebuah prestasi luar biasa,” kata Elwinetri.
Dikatakannya, pada UN SMP/MTs/SMP Terbuka tahun ini Sumbar tidak termasuk dalam 16 provinsi yang mesti menghadap Menteri Pendidikan. Sebab 16 provinsi itu termasuk provinsi dengan nilai UN yang sangat rendah. Terkait, ketidaklulusan siswa tahun ini, jelasnya bukanlah ditentukan hasil UN semata. Melainkan ada empat point yang akan mendukung kelulusan seorang siswa.

Seperti, hasil ujian sekolah, ujian semester serta nilai mata pelajaran kelompok (agama, akhlak, kewarganegaraan, kepribadian, estetika, olahraga dan kesehatan). “Bagi yang tidak lulus UN bisa mengulangnya. Jadi siswa tidak perlu kuatir. Sekolah diminta mendata siswanya secepatnya,” ujar Elwinetri.

Untuk soal UN ulangan saat ini sedang dicetak di Jakarta. Ujian ulangan SMP sederajat akan dilakukan pada 27 Mei mendatang. Proses ujiannya tetap sama seperti UN ulangan SMA sederajat. (yose/107)

Iklan

Responses

  1. —————–
    اَلسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَ حْمَةُا تُهُ اللهِ وَبَركَا تُهُ
    ———————————
    Ada 12.000 siswa yang tidak lulus.
    Berarti yang lulus mencapai kwalitas minimal dan lebih.
    Bagi yang tidak lulus, sebaiknya lansung masuk ke jalur non formal. Pihak kadiknas sudah sewajarnya mengoptimalkan pelayanan pendidikan non formal.
    Seharusnya kita tidak memaksakan mereka yang tidak lulus itu mengulang ujian, kenapa sikap mengulang bersekolah setahun kembali tidak biasakan ? Seharusnya pelajaran itu diulang kalau belum mengerti.
    Kenapa kita tidak ikuti saja UU sisdiknas ?

    Selain itu saya berharap hendaknya pemerintah dapat memperlakukan secara adil sistem pendidikan ini, misalnya anak yang memperoleh pendidikan non formal dapat pula diangkat menjadi pegawai negeri. Dalam keahlian tertentu kan bisa, kenapa tidak.
    Sehingga orang tidak perlu rebutan dan memaksakan kehendak harus lulus UN bagi yang kurang mampu.
    Pemikiran tentang ini mungkin perlu dikembangkan lagi.

    Demikian saja sebagai wacana.
    Wassalam.

  2. Dengan akan diadakannya UN ulangan itu akan menimbulkan masalah baru. Siswa akan bertambah malas belajar karena mereka akan mangharapkn adanya ujian susulan.Kemungkinan berbuat curangpun akan meningkat.Apakah peserta UN ulangan itu akan dijamin lulus dg batas minimal? Bagaimana pengskorannya? Ini mesti ditinjau ulang lagi.
    Terima kasih.

  3. Tinggi rendahnya hasil belajar ditentukan berbagai sebab. Salah satu dari sekian sebab banyaknya siswa SMP tidak lulus UN tahun ini menurut pendapat saya adalah soal UN (alat ukur), dimana menurut analisa saya terdapat perbedaan antara soal paket A dan B (soal paket B lebih sulit dari paket A) dengan kisi-kisi yang sama, selain itu juga penyebaran kunci jawaban (khusus Matematika) tidak seimbang. Siswa tidak lulus 2009/2010 SMPN 1 Kec. Akabiluru sebanyak 18 orang (4 orang siswa paket A dan 14 orang siswa Paket B), bagaimana dengan sekolah lain? Saran saya hal ini tolong dianalisa kembali apakah benar sebagian besar siswa yang tidak lulus tersebut adalah siswa yang mendapatkan soal paket B! Terima kasih.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: