Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Mei 10, 2010

Petunjuk UN tak Sesuai, Guru Kewalahan

Petunjuk UN tak Sesuai, Guru Kewalahan

Husnal Hayati – Padang Today

Tidak adanya petunjuk teknis tertulis mengenai pelaksanaann Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) dari Dinas Pendidikan  Provinsi membuat pengawas, panitia, dan peserta UASBN kelabakan. Pasalnya, pengarahan saat sosialisasi berbeda dengan fakta yang ada di lapangan, sehingga ini membuat siswa sedikit bingung dan jelas akan merugikan siswa sendiri.

Hal ini terungkap dalam tinjauan lapangan dilakukan Komisi IV DPRD Kota Padang beberapa waktu lalu. Tinjauan lapangan dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang Azwar Siry dan dihadiri Sekretaris Komisi IV Pun Ardi, dan Gustin Pramona.

“Apa disampaikan provinsi terhadap tatacara pelaksanaan ujian berbeda dengan kenyataannya. Dalam sosialisasi disampaikan bahwa soal akan dibagi perkelompok yaitu A dan B.Ternyata ketika soal sampai di sekolah semua soal sama tidak ada kelompok ataupun B, padahal kami sudah mengatur tempat duduk sesuai dengan kelompok ini,” terang Asrul ketua pelaksana UASBN di SD Anduring.

Mengatasi ini terpaksa pihak sekolah harus mengumpulkan murid dan mengatur kembali tempat duduk. “Ini jelas membuat konsentrasi siswa yang akan ujian menjadi terganggu, dan otomatis karena waktu berjalan terus maka siswa pun terlambat memulai ujian,” tambah Asrul.

Hal senada juga disampaikan Kepsek SD 02 Cupak tangah Nurwati, siswanya juga mengalami kesulitan dalam pelaksaan ujian.

“Kami juga merasakan hal itu. Siswa kebingan dalam mengerjakan soal akibat petujuk teknis tidak ada. Kami percaya saja saat provinsi memberikan arahan soal pelaksana ujian itu. Namun, saat ujian berlangsung, pengawas melaporkan kepada kami adanya perubahan itu, dan hal ini jelas mengannggu konsentrasi siswa,” ucapnya.

Melihat kondisi ini ketua Komisi IV DPRD Kota Padang Azwar`Siry mengaku kecewa dengan terjadi peristiwa itu. Tidak adanya petunjuk teknis yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan secara administrasi membuat peserta UASBN dirugikan.

“Berapa waktu peserta ujian yang terpakai dengan perubahan kode soal itu. Mereka sudah pasti konsentrasinya terpecah akibat  perubahan metode yang mendadak itu,” tuturnya.

Bagi peserta UASBN tersebut tentu membutuhkan rasa nyaman dan aman, namun jika kondisi itu yang terjadi sangat disayangkan.

“Kesuksesan pelaksanaan UASBN tidak akan ada tanpa adanya tertib administrasi,” tambah Aswar. [*]

Iklan

Responses

  1. Baca tanggapan Bapak Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Propinsi Sumatera Barat setentangan berita diatas, [klik disni] atau:
    http://groups.yahoo.com/group/pakguruonline/message/8574


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: