Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Juni 23, 2010

Kepala Sekolah Se-ASEAN Berbagi Pengalaman

Kepala Sekolah Se-ASEAN Berbagi Pengalaman

Jakarta, [www.kemdiknas.go.id] — Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh membuka International Conference on Best Practice II, Selasa (22/06) di Hotel Aston Marina, Jakarta. Konferensi bertujuan untuk memberikan kesempatan berbagi dan bertukar pikiran, serta pengalaman melalui komunikasi, interaksi dan kolaborasi yang efektif antara kepala sekolah kawasan Asia Tenggara, dalam rangka memelihara pengembangan, pengelolaan dan kepemimpinan sekolah dalam era globalisasi abad 21.

Konferensi kali ini mengusung tema “Strategy and Technical Experiences Enhancing School Management and Teaching Practice”. Konferensi yang berlangsung pada 22-25 Juni, diikuti 100 peserta. Para peserta adalah para kepala sekolah berprestasi dari Brunai Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Dari 100 peserta, 75 peserta adalah kepala sekolah berstatus rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) semua jenjang pendidikan di Indonesia. Agenda tahunan yang diselenggarakan kedua kalinya ini untuk mendukung agenda milenium kedua bidang pengembangan sumber daya manusia. Tujuan akhirnya adalah untuk mewujudkan siswa yang berkarakter, berpikir logis, inovatif, cakap dalam problem solving, dan memiliki mental kewirausahaan.

Mendiknas dalam sambutannya menyampaikan, kontribusi kepala sekolah sangat penting terhadap pencapaian peserta didik. Menurut dia, jika kualitas kepala sekolah rata-rata maka capaian peserta didik juga rata-rata, tetapi jika kualitas kepala sekolah tinggi maka akan tinggi juga capaian peserta didiknya. “Peran bapak dan ibu sangat penting untuk meningkatkan kualitas siswa dan sekolah,” ujarnya.

Mendiknas menyampaikan, Indonesia adalah laboratorium pendidikan yang besar di dunia. Indonesia memiliki sekolah yang sarat dengan teknologi informasi (TI), tetapi juga punya sekolah seperti pada zaman batu. “Kita ingin mempercepat perbaikan pendidikan,” katanya.

Direktur Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemdiknas Surya Dharma mengatakan, konferensi ini merupakan wadah berbagi pengalaman antara kepala sekolah dari negara-negara ASEAN,  tentang pengelolaan sekolah yang efektif. Para kepala sekolah diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar baik kemampuan kognitif maupun nonkognitif. “Dalam forum ini bukan kita saja yang belajar, tetapi se-Asia Tenggara juga belajar dari kita. Kita menghadirkan pembicara kepala sekolah dari SMP Terbuka,” ujarnya.

Presiden South East Asia School Principals Forum Sugiarto mengatakan, forum ini akan fokus pada peran kepala sekolah dalam pembelajaran terutama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan praktek mengajar. Kepala sekolah, kata dia, berperan sebagai pemimpin juga edukator. “Kami ingin kepala sekolah down to earth (membumi). Menjadi kepala sekolah yang berhasil membawa sekolahnya unggul. Indikatornya adalah pembelajaran berkualitas, sehingga muridnya berprestasi,” katanya.

Pembicara tamu konferensi adalah Helen Rose (Konsultan AUSAID) dan Lee Seunghwan (Korea Selatan), President of APCEIU (Asia Pacific Centre of Education for International Understanding under auspices of UNESCO).

Selanjutnya dalam konferensi ini juga diagendakan penandatanganan MoU antara APCEIU dan SEASPF sebagai upaya kerja sama memajukan kompetensi kepala sekolah Asia Tenggara.

Dari 350 ribu kepala sekolah di Asia Tenggara, 256 ribu di antaranya berada di Indonesia.  Forum ini diharapkan dapat memfasilitasi kepala sekolah Indonesia agar mempunyai jaringan kerja ke negara-negara Asia Tenggara, bahkan ke dunia Internasional.

Menurut Abi Sujak, Kepala Subdirektorat Program Direktorat Tenaga Kependidikan Ditjen PMPTK Kemdiknas, konferensi ini akan membukakan gerbang bagi kepala sekolah di  Indonesia untuk menjajaki kerja sama dengan negara-negara di Asia Tenggara, bahkan dunia. “Forum kepala sekolah Asia Tenggara ini telah menjadi mitra pada perkumpulan kepala sekolah di dunia (International Confederation of Principal (ICP),” katanya.

Adanya konferensi ini, juga mendukung program Instruksi Presiden Nomor 1/2010 mengenai peningkatan kompetensi kepala sekolah dan pengawas sekolah. Dengan dana APBN-P, kata dia, akan dilakukan pelatihan di 190 kabupaten, dengan target 40 ribu kepala sekolah dan pengawas sekolah. “Dana yang dianggarkan mencapai Rp200 miliar untuk jangka waktu tiga tahun,” katanya. (aline)

Iklan

Responses

  1. forum ini membuktikan bahwa indonesia tidak kalah dengan negara-negara di ASEAN dalam hal pendidikan. akan tetapi jangan sampai penigkatan mutu pendidikan di indonesia menjadi terhambat karena telah merasa sejajar dengan pendidikan di negara-negara ASEAN…….

  2. Semoga forum ini membawa angin segar bagi kepala sekolah untuk terus meningkatkan kualitas dirinya dlm mengelola sekolah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: