Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Juni 25, 2010

Puisi Taufik Ismail untuk Ariel

Puisi Taufik Ismail untuk Ariel

Gerakan Syahwat Merdeka
(Atau tentang rasa malu yang redup tenggelam di tanah air kita)

Reformasi sebagai gelombang raksasa
Membawa perubahan politik dahsyat satu dasawarsa
Dan menumpang masuklah penghancur nilai-nilai luhur bangsa,
Penumpang destruktif pelaksana
Dengan ciri kerja gabungan utama:
Permisif: serba boleh
Adiktif: serba kecanduan
Brutalistik: serba kekerasan
Transgresif: serba melanggar aturan
Hedonistik: serba mau enak, foya-foya
Materialistik: serba benda, diukur

Dan mereka bekerja dengan leluasa, karena tidak ada rasa malu lagi dalam panca indera

Dengan mengusung nilai permisif, serba boleh begitu-begini
Hak orang lain diambil, tanpa rasa malu lagi
Populernya ini disebut korupsi
Dan menjadilah negeri ini menduduki papan atas di dunia koruptif kini
Karena rasa malu terkikis nyaris habis

Nilai permisif yang serba boleh itu menyebabkan hak penggunaan kelamin orang lain
Diambil dicuri tanpa rasa isi
Karena rasa malu sudah sangat erosi

Perilaku adiktif, serba kecanduan di negeri kita ini
Melingkupi alkohol, nikotin, narkotika dan pornografi
Dilakukan orang karena rasa malu yang makin kerdil mengecil

Tingkah laku brutalistik, serba kekerasan
Menyebabkan wajah Indonesia tak lagi ramah dan sopan

Sedikit-sedikit murka, kepalan teracung, kata-kata nista
Menggoyang pagar, merusak kantor, membakar kendara
Bringas, ganas, sampai membunuh sesama bangsa
Begitulah rasa malu sudah habis dan sirna

Kelakuan transgresif, serba melanggar peraturan
Mengakunya progresif, pelopor kemajuan
Tapi sejatinya transgresor, melangkahi merusak tatanan
Mendobrak tabu kepada yang muda diajarkan
Karena rasa malu sudah hancur berantakan

Perilaku hedonistik, serba mau enak dan foya-foya
Memperagakan kekayaan di lautan kemiskinan
Empati jadi direduksi luar biasa
Karena rasa malu sudah raib ke angkasa

Kelakuan materialistik, serba benda
Segala aspek kehidupan diukur dengan uang semata
Cengkeramannya makin terasa dalam perilaku hidup kita
Karena rasa malu akan kita cari kemana

Inilah adegan kehancuran budaya bangsa kita
Salah satu sebab utama, dari banyak faktor yang dapat dieja
Yang sepatutnya kita sebut sambil menangis

Di dalam praktik di masyarakat kita hari ini
Terutama berlangsung sejak Reformasi
Tak ada sosok dan bentuk organisasi resminya
Tapi jaringan kerjasamanya mendunia,
Kapital raksasa mendanainya,
Ideologi gabungan melandasinya
Dengan gagasan neo-liberalisme sebagai lokomotifnya
Dan banyak media massa jadi pengeras suaranya
Dan tak ada rasa malu dalam pelaksanaannya
Inilah Gerakan Syahwat Merdeka
Dan pornografi salah satu komponen pentingnya.

Sumber: www.tempointeraktif.com

Iklan

Responses

  1. Itulah kiamat, ketika jiwa2 manusia hancur dengan kerakusan syahwat, dan amarahnya

  2. Bapak benar sekali
    Namun suara Bapak sudah tidak sepadan lagi
    Dengan telinga mayoritas anak bangsa ini

  3. terimakasih, saya masih memiliki seorang yang memiliki hati dan jiwa yang satu tujuan, hidup kita tidak akan dapat bebas dari segala cela dan nista, meski demikian selalu ada kesempatan untuk memperbaiki diri dan sekitar, meski mungkin kesempurnaan takkan pernah tersanggupi dihadapan sang KHALIK.

  4. bener juga y…

  5. Tidak ada rasa malu hati dan nurani yang tumpul, serta kerakusan yg merasuk jiwa, penyebab korupsi merajalela. Sbg bgs religius, bagi pelaku korupsi,Ibadah hanya sbg kewajiban semata.

  6. Owh>>merinding aku>>>Tuhan dekatkan aku, sodaraku, temanku sebangsa setanahair dengan membimbing kami kepada jalan yang kau ridhoi>>>aku masih jauh dengan Mu Ya Allah Rabbul alamin>>>jangan dekatkan aku kepada nafsu syahwat yang selalu mengancam hidup dan kehidupan pada zaman yang carut marut seperti sekarang ini>>>Ya Allah aku ingin kuatkan aku untuk bisa keluar dari pergulatan ini..sperti kata Bapak Prof Dr. Ir. Habibie : “Hanya yang kuatlah yang dapat keluar dari bantingan”…Amin>>>Salam Hormat untuk Bpk Taufik Ismail>>Semoga Ridho Allah selalu menyertai Bapak. Amin

  7. ADUH NEGERIKU Engkau telah dijual, dalam kerakusan manusi yang tiada habisnya… bukankah kau telah dijual PULUHAN Tahun sebelum REFORMASI ??? dengan Jutaan orang hilang, dan dihilangkan. jutaan orang mati,dibunuh. dan celakanya, kita begitu gampang melupakan mereka dan para pembunuh mereka!!! jd buka karena reformasi yang membuat negeri kita seperti ini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: