Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Agustus 17, 2010

Leonardy : Keterpurukan Bangsa, Dosa Pemimpin

Leonardy : Keterpurukan Bangsa, Dosa Pemimpin

klik untuk melihat foto[Padang Today] Hari ini, 17 Agustus, 65 tahun sudah bangsa Indonesia merdeka dari penjajah. Sebuah rentang usia yang dalam umur manusia sudah memasuki masa uzur. Sebenarnya, 65 tahun waktu yang cukup panjang mengisi kemerdekaan ini oleh anak bangsa.

Namun, 65 tahun bangsa ini merdeka berbagai persoalan terus terjadi. Kadang sudah menjadi penyakit kronis yang menggorogoti, merusak bangsa itu sendiri. Korupsi contohnya. Belum lagi persoalan kemiskinan, pangangguran, anarkisme, terorisme, disitegrasi dan lain sebagainya.
“65 tahun bangsa kita merdeka, masih belum bangkit seutuhnya dari keterpurukan, “kata Wakil DPRD Sumbar Leonardy Harmainy beberapa saat lalu kepada Padang-Today.Com.

Menurutnya, bangsa kita jauh tertinggal dari Vietnam negara tetangga yang belum lama merdeka, juga dari Afrika Selatan yang bisa menyelenggarakan Piala Dunia.

Dikatakannya, persoalan bangsa hari ini faktor terbesarnya adalah tidak komitmennya para pemimpin. “Pemimpin bangsa ini, banyak yang tidak sesuai antara ucapan dan perbuatannya. Ini adalah dosa pemimpin, “katanya.

Menurutnya, 65 tahun HUT Kemerdekaan Indonesia yang diperingati hari ini harus menjadi pelajaran bagi anak bangsa, untuk bisa lebih maju dan bertanggungjawab mengisi kemerdekaan. (*)

Iklan

Responses

  1. Barangkali dosa kita semua Pak! Bapak sendiri kan juga pemimpin! termasuk saya didalamnya (saya hanya pemimpin rumah tangga,Pak!) benar yg Bapak sampaikan, bahwa korupsi telah benar-benar membuat kita tidak berdaya, apalagi korupsi yang dilakukan secara berjemaah oleh sebuah lembaga terhormat di Sumbar, wilayah yang kita cintai ini beberapa priode yang lalu, tetapi oleh karena “nasib baiknya di dunia ini” buat sementara bapak-bapak kita itu terbebas dari hukuman dunia alias Bapak2 tidak jadi dimasukan kedalam “kandang situmbin”.
    Atas terbebas nya Bapak2 yang terhormat itu tadi, untuk tidak menghuni penjara, ada beberapa kemungkinan yang bisa kita perdebatkan. diantaranya mudah2an, moga2 bapak dibebaskan oleh sebuah lembaga juga (MA)karna bapak2 ternyata tidak bersalah, artinya bapak kena fitnah(?) singkat kata saya juga berdoa semoga terbebasnya bapak di dunia ini dari jerat hukum, mudah2an begitu juga sampai ke pengadilan Tuhan di Yaumil mahsyar nantinya, Amin. sebab kata guru saya, dipengadilanNya nantinya lidah kita tidak dapat bersilat seperti di dunia ini, otak kita tidak bisa cakap untuk dapat berkelit. Ouuu alangkah ngerinya balasan yang akan kita terima nantinya, bila seprti yang Bapak katakan itu, bahwa ucapan kita banyak bahkan seluruhnya tidak sesuai dengan perbuatan kita!
    Ya Allah ampunilah kami!

  2. menurut pendapat saya, jangan saling tuding siapa yang salah siapa yg berdosa. masa’ keterpurukan bangsa 100% dituduhkan dosa pemimpin — itu ga’ fair pak. klo memang tulus mau membangaum bangsa dan negara ini mari kita ajak me-‘RENUNG’kan. Jangan ‘provokatif’ atau ‘agitatif’ — ga’ menyelesaikan masalah malah tambah masalah — ujung2nya salah-salahan — tuding-tuding-an — akhirnya ya kacau-balau.

    masalah umur negeri kita 65 tahun — saya rasa belum uzur ach…. umur negara jangan samain dengan umur manusia donk….. apalagi negara kita — jangan samain dengan Vietnam donk — ingat…! negara kita adalah negara kepulauan yg begitu luas dan dipisah2kan dengan lautan dan terdiri dari beribu-ribu suku dan budaya yg bermacam-macam tiap daerah punya dialektika sendiri2 — ga’ gampang khan menyatukannya — tapi bukan berarti ga’ BISA lho…

    INGAT…..!

    jangan selalu mencari kesalahan orang lain.

    yg harus kita lakukan adalah koreksi diri. apa yg sudah kita lakukan untuk memperbaiki negeri ini.

    kita mulai dari yg paling kecil dech… dari rumah tempat kita beristirahat — sampai di tempat kita kerja — sudah bener blm sikap kita di rumah dan sudah bener blm kerja kita — korupsi waktu ga’…? dan seterusnya-dan seterusnya.

  3. Untung saya mampir disini….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: