Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Agustus 19, 2010

Demi Mutu, LPTK Harus Dikendalikan

Demi Mutu, LPTK Harus Dikendalikan

Diperlukan tiga hal untuk menata LPTK, yaitu perketat seleksi penerimaan calon mahasiswa, menyeimbangkan kebutuhan guru dan lulusan, serta penempatan guru harus merata.

SOLO, KOMPAS.com – Pemerintah perlu mengendalikan keberadaan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Hal itu dilakukan untuk menjaga mutu guru karena sekarang ini perkembangannya sangat pesat dari 344 menjadi 1.900 lebih.

“Apabila tidak ditata mulai sekarang mutu guru akan terus menurun,” kata pengamat pendidikan dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Furqon Hidayatullah, di Solo, Rabu (18/8/2010).

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS itu mengatakan, LPTK mengambil calon mahasiswa seadanya tanpa melalui seleksi yang baik. Jika ingin menghasilkan guru yang baik, lanjut dia, kondisi yang ada saat ini harus ditata ulang.

Sebanyak 1.900 LPTK tersebut setiap tahun menghasilkan 200 ribu guru, sementara kebutuhan guru di Indonesia hanya 40 ribu per tahunnya. Untuk menata LPTK ini, kata Furqon, diperlukan tiga hal yang harus dilakukan yaitu seleksi penerimaan calon mahasiswa harus diperketat, kebutuhan guru dan lulusan harus seimbang, serta penempatan guru harus merata.

Ia menambahkan, untuk meningkatkan mutu pendidikan, terutama menyangkut penempatan guru ke daerah-daerah terpencil, juga harus ada campur tangan dari pemerintah pusat.

“Untuk guru yang baru diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) harus mau ditempatkan ke daerah terpencil dan setelah menjalani tugas sekitar lima tahun baru bisa pindah. Tidak seperti sekarang ini, semua guru menumpuk di kota,” katanya.

Menumpuknya guru di kota-kota ini mengakibatkan daerah-daerah kekurangan guru. Untuk memecahkan persoalan ini perlu ikut campur tangan pemerintah pusat, karena sekarang ini sudah era otonomi daerah.

TERKAIT:
Iklan

Responses

  1. saya sangat setuju sekali, sebab sekarang ini di daerah banyak bermunculan program s1 guru yg. perlu dipertanyakan kualitasnya. Apakah mungkin seleksi dan penerimaan guru langsung dilayani dari pusat? Sehingga penempatannyapun bisa lintas kabupaten bahkan propinsi?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: