Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Oktober 23, 2010

SMKN 2 Pegang 3 Merek Komputer

SMKN 2 Padangpanjang Pegang 3 Merek Komputer

Padang Ekspres – Sejak ditunjuknya SMK N 2 Padangpanjang oleh Dirjen Pendidikan Sekolah Menengah Kejuaruan (Dikmenjur) November 2008 lalu, sebegai sekolah kejuruan perakit komputer di Indonesia dan satu-satunya di Sumatera barat, terus mengalami kemajuan yang cukup signifikan.

Sekolah kejuruan kebanggaan masyarakat Kota Serambi Makkah itu, yang telah mendapatkan lisensi perusahaan komputer terbesar di Indonesia, Zirex pada November 2008 lalu, hingga September 2010 sudah merakit sebanyak 700 komputer.

700 komputer yang terdiri dari PC dan Laptop rakitan siswa SMKN 2 Padangpanjang tersebut, tersebar di berbagai sekolah kejuruan di Sumbar. Hasil rakitan pertama pada November 2008 sebanyak 240 unit, dibagikan pada 7 SMK yang ada di Sumbar.

Sedangkan rakitan yang baru saja rampung September 2010 lalu, sebanyak 297 unit dibagikan kepada 12 SMK di Sumbar yang menerima bantuan dari Dikmenjur sebanyak Rp1,2 miliar. Pada 2010 ini, SMKN 2 sudah melakukan perakitan komputer dari tiga merek, yakni Zirex, Relion dan Mugen.

Bahkan, dalam waktu dekat ini, SMKN 2 Padangpanjang yang telah menamatkan siswanya dengan nilai-nilai terbaik, akan melakukan perakitan netbook Mugen sebanyak 758 unit. Jumlah itu akan dibagikan kepada 32 SMK yang berada di Sumbar.

Tidak hanya itu, Kepala Sekolah SMKN 2 Padangpanjang, Ivery Morphi melalui Ketua Teaching Factory, Dipa Adi Martius, mengatakan sedang menjalin MoU dengan perusahaan BenQ. “Mudah-mudahan 2011 MoU dengan BenQ untuk perakitan LCD Proyektor akan terealisasi,” ujar Dipa kepada koran ini, kemarin.

Kurang Disuport

Meski kepercayaan dari Dikmenjur dan berbagai perusahaan komputer terkemuka sudah sedemikian, namun tidak halnya dari Pemko Padangpanjang dan Pemprov Sumbar.

Hal itu terlihat dengan belum adanya pengadaan yang di arahkan ke sekolah kejuruan perakit komputer satu-satunya di Sumbar itu.

Di Padangpanjang sendiri, yang sudah mengorder komputer dari sekolah kejuruan yang berdiri atas Keputusan Walikota Nomor 464 tahun 2004 pada 30 Desember 2004 silam itu, selain PDAM, baru dari Badan Inspektorat kota setempat sebanyak 9 unit.

“Menurut saya ini aneh saja. Sebab, proyek rakitan dari ratusan komputer yang sudah-sudah, itu semuanya dari APBN. Sementara, dari APBD kenapa tidak bisa dilakukan. Dimana persoalannya saya tidak mengerti,” tutur Dipa.

Padahal, dari segi efektifitas anggaran dalam pengadaan, jauh akan lebih murah jika melakukan pengadaan melalui SMKN 2 Padangpanjang tersebut

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: