Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Oktober 24, 2010

Tuntutan Penulisan Artikel di Media Masa

Tuntutan Penulisan Artikel di Media Masa

Oleh Drs. Marijan
Praktisi Pendidikan di SMPN 5 Wates Kulon Progo Yogyakarta

Berlandaskan pengalaman menulis selama ini, penulis merangkum adanya beberapa tuntutan media masa terhadap artikel yang masuk ke meja redaksi  untuk dipertimbangkan pemuatannya. Rangkuman tersebut sepatutnya dipahami agar dapat menulis artikel yang selalu layak muat   di berbagai media masa.  Kecuali itu, untuk membangun kepercayaan redaktur media masa terhadap artikel Anda,  seharusnya  dipenuhi apa yang menjadi tuntutan media masa pada umumnya .

Hal ini wajib dipahami, mengingat banyaknya artikel yang masuk di meja redaksi dalam setiap harinya.  Untuk menentukan pilihan, redaktur tentu sangat selektif. Bayangkan, media masa harian yang belum bestatus nasional saja seperti Kedaulatan Rakyat  setiap harinya menerima rata-rata 30 – 40 artikel. Padahal  pemuatannya hanya 2 atau 3 buah artikel dalam setiap edisi. Secara matematis dapat diperhitungkan peluang untuk dimuat  rata-rata setiap tulisan adalah 2,5 – 3,33 %. Betapa kecil sekali angka peluang tersebut.  Padahal kenyataannya setiap tulisan tidak mempunyai peluang yang sama. Hal itu sangat dipengaruhi  oleh siapa pengirim artikelnya. Pengirim artikel sekaliber Ki Supriyoko, Suyanto. PhD,  Amien Rais  dan lain-lain tentu mempunyai peluang jauh lebih besar dibandingkan dengan pengirim artikel seorang guru SD ataupun guru SMP.

Setidaknya ada lima  parameter sebagai tuntutan media masa terhadap artikel yang layak muat. Parameter tersebut adalah paragrap efektif, aktualitas, retorika, akseptabilitas dan orisionalitas yang selanjutnya saya singkat sebagai  PARAO .

Pertama, Paragraf   Efektif

Menurut  Bander dan Legget dalam Suyanto (2009), paragraf  efektif  paling tidak memiliki 3 syarat  yaitu azas koherensi, adekuasi dan ketunggalan. Azas koherensi adalah hubungan logis dan relevan antara bagian-bagian karangan atau kalimat-kalimat di satu paragraf. Artinya gagasan-gagasan pendukung bagi kalimat pengendali gagasan saling berhubungan memberi dukungan terhadap pengendali gagasan dalam paragraf. Menyusun kalimat-kalimat pendukung gagasan pengendali ini tidak boleh dianggap mudah secara serampangan karena justru hal inilah kegagalan yang sering dialami penulis pemula. Hampir dapat dipastikan paragraf yang disusun penulis pemula sering tidak koheren, gagasan pendukungnya tidak relevan, melompat-lompat dan bolak-balik tidak terasa runtut.

Agar koherensi, paragraf hendaknya benar-benar meyakinkan, gagasan – gagasan pendukung disusun sedemikian rupa alur berpikir menurut kronologi waktu, kronologi ruang , kronologi klimaks dan kronologi logika

Kronologi atas dasar waktu suatu gagasan dapat disusun dengan berangkat dari waktu silam, sekarang dan yang akan datang atau sebaliknya dari waktu yang akan datang, sekarang dan waktu yang sudah silam. Kronologi atas dasar kronologi ruang suatu gagasan dapat disusun dengan berangkat dari ruang berukuran besar, sedang dan kecil atau sebaliknya. Kronologi atas dasar klimaks suatu gagasan dapat disusun dengan berangkat dari gagasan yang sedehana, kurang penting sampai pada klimaks yaitu gagasan inti yang teramat penting. Kronologi atas dasar  logika suatu gagasan dapat disusun dengan berangkat dari gagasan yang bersifat umum ke khusus atau sebaliknya dari khusus ke umum.

Adekuasi merupakan kata bentukan yang berasal dari kata adekuat. Istilah adekuat dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti memadai. Artinya gagasan-gagagsan pendukung yang banyak itu cukup memadai, berkualitas dan kental dengan gagasan pengendali sehingga tidak mudah untuk dibantah.

Paragraf adekuat , pembahasannya cukup lengkap, padat dan setiap kata – katanya bermakna. Penjelasannya cukup detail disertai contoh dan bukti, didukung referensi yang berkualitas dengan penampilan deskripsi menarik yang disusun secara koheren. Ringkasnya, paragraf dikembangkan dengan gagasan-gagasan pendukung yang hemat dan efektif kalimatnya adalah paragraf yang adekuat.

Azas ketunggalan mengandung pengertian bahwa paragraf yang baik tentu hanya ada sebuah ide atau sebuah gagasan pokok saja  sebagai pengendali paragraf dalam satu paragraf. Gagasan pendukung sebagai penjelas gagasan pokok tidak dibenarkan berkembang seolah-olah menjadi gagasan pokok. Apabila hal ini terjadi berarti ada gagasan pokok yang kembar dalam satu paragraf.

Gagasan pendukung berfungsi sebagai penguat gagasan pokok. Oleh karenanya munculnya teori dari berbagai referensi yang mendukung sangat dianjurkan. Selain referensi, adanya berbagai contoh, pendapat pakar, hasil kesaksian orang lain, hasil penelitian adalah termasuk gagasan pendukung yang perlu ditampilkan. Sekali lagi, gagasan pendukung yang didukung referensi, pendapat pakar, contoh, hasil penelitian sebagaimana disebutkan di atas berperan sebagai penguat argumentasi sehingga tidak ada alasan untuk memojokkan bahwa tulisan itu kurang kuat.

Kedua, Aktualitas

Ada 3 makna kata aktual seperti ditulis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yakni betul-betul ada ( terjadi) , sedang menjadi pembicaraan orang banyak dan baru saja terjadi  yang berarti masih  hangat.

Artikel di media masa merupakan bagian dari informasi yang disuguhkan kepada pembaca. Media masa harian terus akan menyediakan informasi yang terkini atau terbaru termasuk artikelnya. Oleh karena setiap hari menerbitkan artikel, maka tentu setiap media masa berusaha menampilkan permasalahan terbarunya.

Agar permasalahan yang ditulis termasuk aktual , maka jangan berhenti menatap permasalahan terbaru  di lingkunganmu. Caranya, dekat-dekatlah dengan sumber tema yang ada. Pertama, lihat permasalahan di masyarakat secara langsung. Kedua, baca koran, di sana ada berita hangat. Berita hangat tersebut diangkat sebagai tema artikel yang akan ditulis. Atau cara paling mudah adalah menanggapi artikel yang ada di media masa tersebut. Ketiga, buka internet, di sana banyak informasi yang dapat diakses sebagai rujukan artikel Anda. Keempat. radio dan TV selalu menghadirkan  informasi yang praktis untuk bahan artikel pendidikan Anda. Kelima, informasi terbaru dari teman sejawat, kepala sekolah, tokoh, pakar dan nara sumber lain yang dapat dipertanggungjawabkan.

Yakinilah, permasalahan artikel yang tidak aktual tak akan diterbitkan oleh media masa. Permasalahan yang aktual selalu berkaitan dengan waktu dan peristiwa, misalnya : pada bulan Agustus menulis tentang UNAS, jelas tidak sedang menjadi pembicaraan orang banyak dan baru maka sangat kecil peluang untuk diterbitkan, pada bulan Setember menulis tentang penerimaan siswa baru, jelas bukan waktu yang tepat

Ketiga, Retorika

Retorika adalah keterampilan berbahasa secara efektif. Dengan keterampilannya itu penulis artikel tidak lagi mengobral kata yang tidak efektif.  Kalimat-kalimat yang dibangun tentu terdiri dari kata-kata yang bermakna, singkat, padat dan menarik. Kalimat-kalimat yang tersusun mampu menggambarkan apa yang menjadi tujuan si penulis secara jelas , menarik dan memfokus pada satu titik tujuan.  Dengan bahasa yang jelas itu pembaca tidak terbawa oleh arus yang  mendua. Artinya kalimat yang disusunnya tidak menimbulkan arti ganda.

Sebagai contoh kalau ingin membangkitkan motivasi guru untuk menulis, seorang penulis harus benar-benar menampilkan deretan kata yang mampu menyentuh hati pembaca, sehingga motivasi menulis bangkit. Bukan sebaliknya justru menimbulkan rasa apatis terhadap kegiatan menulis.

Demikian  juga kemampuan memformulasikan topik artikel yang dapat memikat redaktur maupun pembaca. Untuk meningkatkan daya tarik artikel, kecuali gagasan pendukung yang harus efektif, judul artikel hendaknya singkat, padat dan menarik sehingga menggugah minat pembaca untuk membacanya.

Keempat, Akseptabilitas

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, akseptabilitas berarti  hal yang dapat diterima. Hal yang dapat diterima itu agar dipahami bahwa  artikel di media masa hendaknya dapat diterima semua kalangan masyarakat. Sesuai dengan fungsinya, media masa berperan sebagai pemersatu bangsa, dan pencerah bagi kalangan pembaca, maka seharusnya tidak menimbulkan goncangan pada lapisan masyarakat pembaca. Artikel memang seharusnya dapat diterima oleh kaum agama, berbagai profesi, kalangan muda maupun golongan tua dan ringkasnya tidak berpotensi sebagai pembuat onar atau pemancing permasalahan masyarakat.

Kalau ingin memberikan kritik, lakukan dengan mengingat etika jurnalistik yang objektif tetapi tetap berlandaskan kode etik. Kritik di media masa tak boleh menampilkan tulisan yang bernada emosional, tidak proporsional dan jauh dari sifat rasional. Tulisan yang bernada menohok seseorang atau lembaga secara emosional hanya akan dibuang di bak sampah redaksi. Media masa yang notabene termasuk lembaga bisnis ini tak mungkin akan mencipta resiko secara hukum, keamanan maupun politik. Oleh karenanya pastikan artikel yang sekiranya mengundang ketidaknyamanan tak akan dimuat oleh media masa. Tulisan yang bersifat demikian itulah disebut artikel sia-sia, artikel yang tak mungkin dimuat media masa sampai kapanpun.

Nah sekarang, pilih yang akseptabilitas dimuat, atau emosional tak akan pernah dimuat ? Tentu jawabnya pilih yang dimuat. Nah, apabila berkeinginan artikelnya selalu dimuat di media masa tulislah artikel yang akseptabilitas.

Kelima, Orisinalitas

Orisinalitas berarti asli. Keaslian suatu tulisan sungguh merupakan keharusan yang tak dapat ditawar-tawar lagi. Keaslian yang dimaksud menyangkut kata-kata yang dibangun maupun permasalahannya.

Kalaupun tulisan itu merupakan tanggapan tulisan orang lain akan tetapi tema yang dikemukakan haruslah tema baru. Kalaupun mengambil dari buku, majalah atau media masa harian seharusnya berperan sebagai penyusun gagasan pendukung dalam memperkuat argumentasi Anda.

Tulisan yang bersifat ilmiah sudah barang tentu seharusnya asli, bukan jiplakan apalagi tulisan ilmiah populer yang mempunyai komunitas pembaca beragam. Menjiplak sebagaimana disebut plagiat merupakan pelanggaran kode etik ilmiah. Menulis ilmiah populer di media masa sebagai hasil jiplakan  merupakan sebuah kegiatan penanaman masalah yang sewaktu-waktu akan menuai hasilnya yaitu gugatan , dan cemoohan yang sangat merugikan penulisnya.

———–

Silahkan download artikel ini dalam format file word document [klik disini]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: