Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Oktober 26, 2010

Guru SD Berkata Kasar, Murid Bisa Bunuh Diri

Andy F Noya :
Guru SD Berkata Kasar, Murid Bisa Bunuh Diri

[Padang Today] Guru harus pandai-pandai dalam mendidik siswa-siswinya. Diharapkan guru terutama Sekolah Dasar (SD) jangan sampai  guru mengeluarkan kata-kata kasar terhadap para muridnya. Secara psikis akan mengganggu anak-anak itu sendiri. Dampaknya semakin buruk jika tindakan ini terjadi bisa membuat anak-anak stress dan bahkan bisa bunuh diri

Hal ini disampaikan oleh Andy F Noya dari yayasan Kick Andy, Senin (25/10/2001)  kepada guru-guru di SD 03 dan SD 05 Bandar Buat, saat peresmian dua sekolah yang dibangun oleh PT Amerta Indah Otsuka, Yayasan Kick Andy dan Satu Hati Cerdaskan Bangsa Pocary Sweat.

Andy memaparkannya, berdasarkan fakta yang baru minggu lalu ditayangkan di acara Kick Andy, Metro TV. Dalam acara ini di kisahkan tentang anak SD yang bunuh diri karena sering diolok-olok temannya hanya karena dia anak seorang penjual bubur.

”Saya berharap hal serupa tidak terjadi di Padang ini. Kejadian ini menandakan bahwa perasan seorang anak SD itu ternyata halus. Meskipun masih kecil namun jika diperlakukan semena-mena, akan mengganggu psikis mereka, apalagi anak usia SD ini adalah pada masa pembentukan psikis,” papar Andy. (*)

Iklan

Responses

  1. Kesantunan tidak hanya milik para pendidik tetapi lebih dari itu, saya lebih miris dan sedih begitu melihat begitu banyak media masa yang turut membesarkan budaya kasar di masyarakat kita lihatlah tayangan berita yang sering menonjolkan berita kekerasan tidak saja di panggung hiburan tetapi sampai pada berita di kalangan artis hingga para wakil rakyat yang adu jotos dan debat dengan bahasa yang tidak layak untuk ditonton. Dan seharusnya ini menjadi peran yang besar media masa mengawal nilai-nilai etika dan estetika masyakat Indonesia. Saya bukan tidak bermaksud menutup mata kalau ada guru yang kasar tetapi kehancuran nilai kelembutan bukan dirusak oleh guru di sekolah tetapi marilah kita lihat siapapun yang bicara tentang kelembutan mereka dibentuk dan diwarnai dari bangku sekolah pada awalnya lantas kenapa sekolah akhirnya tersudutkan karena hilangnya nilai-nilai kelembutan. Saya setuju Self Esteem siapapun harus dihormati dengan kata dan sikap yang luhur.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: