Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Oktober 27, 2010

RSBI Dikelola Pusat sajalah…

KONSUMEN PENDIDIKAN

RSBI Dikelola Pusat sajalah…

Ilustrasi: Standar sekolah bertaraf internasional mestinya tidak hanya tenaga pendidik yang dibekali bahasa asing, tapi juga difasilitasi dengan keahlian lainnya.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Pengelolaan sekolah berlabel Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dinilai akan lebih terjamin kualitasnya jika dikelola oleh pemerintah pusat. Pengelolaan yang dilimpahkan kepada pemerintah daerah cenderung memungkinkan terjadinya diskriminasi antardaerah karena perbedaan kemampuan sumber daya manusia, sarana dan prasarana.

Demikian diungkapkan Ketua Lembaga Konsumen Yogyakarta, Widiyantoro, di Yogyakarta, Selasa (26/10/2010). “Akan lebih terjamin mutu dan lebih efektif jika dikelola oleh pemerintah pusat karena terjadi kesamaraatan dan kesetaraan pada masing-masing daerah,” kata Widiyantoro.

Dia mengatakan, saat ini pemerintah masih perlu mengkaji kembali tentang prosedur dan konsep RSBI. Kaji ulang tersebut kelak akan membuat pelaksanaannya lebih terarah dan mencapai hasil yang diinginkan.

“RSBI perlu dikaji ulang prosedur dan konsepnya sebelum dimplementasikan pada masyarakat. Yang diinginkan masyarakat itu bukan sekadar sekolah dengan citra internasional saja, tetapi kualitasnya harus bertaraf internasional juga,” katanya.

Widiyantoro menambahkan, standar sekolah bertaraf internasional tidak hanya tenaga pendidik yang hanya dibekali dengan bahasa asing, tetapi juga harus dibekali dan difasilitasi dengan keahlian lainnya.

“Misalnya, untuk mencapai kulitas sekolah bertaraf internasional para tenaga pendidik sebaiknya difasilitasi dan diberi kesempatan untuk pendidikan ke luar negeri. Ini agar mereka dapat menerapkan pengalaman dan ilmu yang mereka dapat di negara tersebut, jadi tidak hanya sekedar mengajar saja, tetapi tenaga pendidik juga harus belajar,” katanya.

TERKAIT:
Iklan

Responses

  1. dengan membaca info tentang RSBI masih cukup jauh untuk bisa berhasil meskipun dilakukannya pembinaan dg jenjang pendidikan s2,study banding keluar negeri,sementara mental para pendidik masih jauh dari harapan,masih beroreintasi bagaiman mendapatkan gaji/penghasilan besar (maaf,tdk bermaksud su’uzon),sehingganya anak didiknya pun terbentuk mental yg tidak cinta belajar(contoh:gemar membaca,kreatif,hub sosial yg tinggi,moral yg baik,bertanggung jawab dll).andaikata mental dan moral anak didik dpt dicapai dn baik maka dampak dimasa yg akan datang bangsa ini secara perlahan terbebas dari KKN dan kejahatan yang lain.sehingganya tdklah heran saat ini banyak orang2 pintar,intelektual(prof,DR,Ir,Msi.MM,dll) di negeri ini tapi tdk lepas dari KKN dan kejahatan yg lain. semoga dengan goresan ini allah swt membukakan pintu hati nurani yang jernih terbuka buat orang2 yg suka berbuat zalim.amin.mohon maaf jika tulisan ini tdk pd tempatnya.tks


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: