Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | November 6, 2010

Perlu, Modul Aplikatif Siaga Bencana!

PENDIDIKAN SIAGA BENCANA

Perlu, Modul Aplikatif Siaga Bencana!

DOK YAYASAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Menanam Mangrove

JAKARTA, KOMPAS.com Belajar dari peristiwa Wasior, Mentawai, dan letusan Gunung Merapi yang terjadi secara berurutan saat ini, kesiagaan dan antisipasi terhadap bencana lain yang kemungkinan menyusul jelas tidak bisa dianggap remeh. Pendidikan siaga dan antisipasi bencana dibutuhkan, tidak terkecuali di Jakarta yang “berkarib” dengan banjir.

“Lihat peristiwa di Mentawai atau Merapi yang meletus, masak sampai soal masker saja kekurangan, bahkan tidak siap. Dari sini terlihat bahwa pemerintah tidak aware soal manajamen kebencanaan, apalagi sampai memikirkan modul pendidikan kebencanaan bagi siswa,” ujar Retno Listyarti, guru SMAN 13 Jakarta Utara kepada Kompas.com, Jumat (5/11/2010).Belajar dari ketiga peristiwa besar tersebut, kata Retno, tidak salah kalau pemerintah mau membicarakan hal ini secara serius. Di Jakarta misalnya, lanjut dia, banyak cara memberikan pendidikan penanganan bencana banjir yang memang benar-benar dibutuhkan oleh anak didik. Salah satunya siswa bisa diberikan praktik lapangan tentang menjaga lingkungan pantai secara nyata.

“Di sini, pantai-pantai di Jakarta malah banyak yang direklamasi untuk dibuat pemukiman dan hotel, ini bukti pemerintahnya yang aneh. Padahal, lahan itu bisa dijadikan hutan mangrove untuk mendidik siswa belajar menanam mangrove dan kegunaannya sebagai vegetasi yang berguna untuk mencegah abrasi,” ujarnya.

Dengan cara itu, lanjut Retno, anak didik bisa belajar biologi sekaligus lingkungan hidup secara bersama-sama. Anak didik akan tahu proses terjadinya kerusakan lingkungan hidup di sekitarnya, bagaimana cara menjaganya, serta langkah-langkah untuk mengantisipasi bencana akibat kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh manusia.

“Intinya, hal-hal yang lebih aplikatif dibutuhkan oleh mereka tentang bencana dan antisipasinya,” ujar Retno.

TERKAIT:
Iklan

Responses

  1. modul siaga bencana perlu…
    pengintegrasian materi kebencanaan ke dalam kurikulum yang ada juga perlu…namun, yg paling mendesak adalah langkah bijak untuk membantu masyarakat untuk semakin siaga bencana. perlu usaha-usaha yg langsung bersentuhan dgn rakyat. seperti yg telah dan akan dilakukan oleh Mahasiswa Geografi, FIS, UNP dalam wadah GeoKreatif Community (GKC_UNP)…sejak gempa 2009..mereka mnjd relawan gempa ke pedalaman padangpariaman, menjadi guru sekolah darurat dalam format guru sekolah ceria. memberikan penyuluhan, pencerahan dalam traumatic healing ke masjid/mushalla dan sekolah di zona merah kota padang. namun, aksi mereka dihadang masalah klasik……pendanaan…sebagai mahasiswa mereka masih mengandalkan kemampuan finansial dan tenaga mereka secara mandiri. namun, untuk tugas berat ini mereka buth dukungan semua pihak terutama dukungan finansial dan lainya…jika ada yg berkenan dan bersimpati dgn aksi sosial mereka, tentu akan menjadi nafas baru dan darah segar bagi kelompok mahasiswa ini. terimakasih.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: