Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | November 23, 2010

Gemar Mengarang Tumbuhkan Sejak Dini

Gemar Mengarang Tumbuhkan Sejak Dini

Oleh Drs. Marijan
Guru SMPN 5 Wates Kulon Progo Yogyakarta

MENGARANG adalah kegiatan mengemukakan ide, gagasan, pengalaman, dan pengetahuan dalam bentuk tulisan. Mengarang meru­pakan upaya menuangkan isi pikiran pembicara/penulis untuk orang lain. Lewat hasil karangan itulah, masyarakat dapat menilai watak, alur pikiran, kedalaman pengetahuan, dan keluwesan berkomunikasi (berbahasa) pembicara/penulis terhadap orang lain. Sebaliknya lewat karangan, ide, gagasan, pengetahuan, dan pengalaman yang tertuang dapat mempengaruhi banyak pendengar /pembaca.

Mengarang memberi kesempatan pada anak untuk mengekspresikan penge­tahuan, pengalaman, kreativitas, dan gaya penggunaan bahasa dalam karangannya. Anak memang perlu dihadapkan pada berbagai tantangan / pilihan saat memilih topik dan dipersilakan menjawabnya dengan gaya bahasanya sendiri melalui kegiatan mengarang. Jadi, guru tidak diperkenankan menggunakan patokan mati seperti “Kalau tidak begini atau begitu, saya tidak setuju. Titik!”

Pelajaran mengarang mempunyai banyak segi positif. Betapa tidak! Mengarang merupakan kegiatan yang mencakup semua aspek bahasa dan merupakan puncak kemampuan berbahasa. Karenanya, pelajar­an mengarang dilakukan dengan pendekatan aplikatif sehingga anak mempunyai ke­beranian untuk mulai mengarang dan menghasilkan karangan berkualitas. Anak perlu dilatih mengarang dalam suasana yang segar, ramah, dan menarik. Guru harus membangun dan menciptakan suasana yang bebas, menarik, dan menantang siswa untuk berani menggunakan bahasa dengan gayanya sendiri.

Potensi anak akan tersalur melalui kegiatan mengarang. Daya kritis, daya kreativitas, dan daya argumentasinya akan berkembang dengan baik. Potensi emosio­nalnya pun akan terakomodasi dengan baik. Dengan daya kritisnya, hasil karangan anak akan diterima karena topik yang dikemukakan sesuai dengan keadaan yang sedang ber­kembang. Dengan daya kreativitasnya, anak tidak akan kehabisan topik dan kata-kata. Jadi, jika kegiatan mengarang terus dikembangkan, anak akan menjadi enerjik dan makin jeli melihat lingkungan sebagai sumber bahan karangan. Lewat daya argumentasinya, anak akan pandai bermain-main dengan kata dan kalimat yang menarik sehingga dapat mem­pengaruhi pembaca.

Kebiasaan mengarang akan menumbuh­kan semangat berkeindahan. Oleh pengarang terkenal George Orwel, semangat ber­keindahan diartikan luwes dalam menyusun kata-kata tentang sesuatu yang tepat pada tempatnya sehingga menimbulkan daya tarik dan kesan yang indah. Semangat berkein­dahan inilah embrio tumbuhnya rasa makin cinta dan peduli terhadap alam dan sesama manusia. Semangat itu juga menambah rasa kepedulian terhadap lingkungannya karena topik-topik karangan tidak lepas dari hal-hal yang terjadi di lingkungannya.

Bangsa Indonesia yang baru memasuki era demokrasi ini sangat memerlukan generasi yang kritis, kreatif, argumentatif, dan potensi emosionalnya terkendali. Sebagai perbandingan, anak didik kelas satu sekolah dasar di Australia, setiap akhir tahun diwajibkan membuat tulisan pendek. Pelajaran mengarang yang menekankan pada orisinalitas gagasan anak bakal menum­buhkan rasa percaya diri, kepekaan pada lingkungan, peningkatan kreativitas, meng­gairahkan kegemaran membaca, dan me­ngasah kemampuan berbahasa. Dalam proses pembelajaran mengarang, bukan hasilnya yang terpenting melainkan keberanian anak didik menuangkan ide/ gagasan orisinalnya. Sisi lain dari hakikat mengarang adalah upaya berkomunikasi dengan orang lain. Hasil karangan akan membanggakan hati jika orang lain mau menikmati, terlebih memberi komentar yang positif.

Dengan digiatkannya pelajaran me­ngarang di sekolah, hubungan sosial anak akan tumbuh lebih baik. Sesama teman bisa saling tukar pendapat dan informasi. Anak akan lebih banyak berkonsultasi dengan guru demi perkembangan hasil karangannya. Berangkat dari hubungan sosial yang baik ini akan tumbuh rasa persatuan dan kesatuan bangsa pada anak yang terbiasa menerima pelajaran mengarang. Mari kita wujudkan bersama.
———
Download artikel ini dalam format file woed document [klik disini]

 

Iklan

Responses

  1. mengaranng merupakan latihan mengaah imajinasi abstrak. Kata-kata, rangkaian kalimat perwujudan gagasan, ide dan daya khayal seseorang dalam penjelajahan potensi anak. Jika tak terbiasa , yang ada senmacam kabut pekat menelikung dimana keindahan bintang, bulan dan pelanginya sulit ditemukan.
    ajari anak mengarang sejak dini


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: