Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | November 24, 2010

Kurikulum Berbasis Kewirausahaan Digenjot

Kurikulum Berbasis Kewirausahaan Digenjot

JAKARTA – [JPNN] Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional (Dirjen Dikti Kemdiknas), Djoko Santoso mengatakan angka pengangguran dari lulusan perguruan tinggi mengkhawatirkan. Untuk itu, Kemendiknas sedang gencar menerapkan kurikulum berbasis kewirausahaan di kampus-kampus, baik itu Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta.
“Pemerintah memberikan bantuan dana kepada kampus untuk menyelenggarakan program kewirausahaan.  Dana itu dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk pelatihan atau pun praktik kewirausahaan.  Bagi mahasiswa yang memiliki rencana usaha, dapat mengajukan proposal ke kampus masing-masing.  Lalu mempresentasikannya,” kata Djoko di gedung Kemdiknas, Jakarta, Selasa (23/11).
Djoko mengatakan, proposal wirausaha itu dapat diajukan secara individu maupun kelompok.  Sedangkan, persyaratan seperti pada semester berapa program ini boleh dijalankan, masing-masing kampus memiliki kebijakan yang berbeda.

Menurutnya, tujuannya program ini tidak hanya berupa program usaha, tetapi juga dapat dikaitkan dengan aktivitas yang dapat memancing munculnya kreativitas. Sehingga, ketika mahasiswa lulus bukan hanya berorientasi menjadi karyawan.  Namun juga dapat berkreasi untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri.  “Menjadi penulis lepas, misalnya, dapat menghidupi dirinya sendiri, syukur-syukur kalau bisa membuka kesempatan kerja bagi orang lain,” kata mantan Rektor ITB ini.

Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Fasli Jalal meminta kepada seluruh rektor untuk mengubah sistem pembelajaran di kampus.  Salah satunya dengan menyebutkan mahasiswanya ke sektor riil. “Minimal bisa dengan mengadakan pelatihan kewirausahaan,” ujarnya.

Mantan Dirjen Dikti mengaku khawatir dengan tingkat pengangguran dari tahun ke tahun cukup tinggi. Apalagi, untuk masuk perguruan tinggi banyak orang tua yang rela merogoh kantong lebih dalam karena masih tingginya biaya pendidikan di universitas.

“Untuk masuk perguruan tinggi, orang tua rela meggadaikan sawah dan segala macamnya, tapi anaknya malah menganggur. Ironis sekali,” tutur Fasli.(cha/jpnn)

Berita terkait:

  1. Wapres Minta SMK Harus Dikaji Manfaatnya.

Download artikel terkait :

  1. Mengapa Harus ke SMA ? [klik disini]
  2. Citra Sekolah Kejuruan dan Madrasah Sebagai Sekolah Kelas Dua [klik disini]
  3. Sekolah Menengah Kejuruan Mencetak Tenaga Terampil Berbasis Sekolah [klik disini]
  4. Program Kewirausahaan, Kartu AS Pembelajaran SMK [klik disini]
  5. Pelayanan Tuntas dari SMK untuk Masyarakat, [klik disini]
  6. Membuka Jejaring Kerja dari SMK, [klik disini]
  7. Konsep Kemitraan Dalam Program Kewirausahaan di SMK, [klik disini]
  8. Kita Butuh SMK Pelatihan, [klik disini]
  9. SMK sebagai Pusat Pelatihan Keterampilan Terpadu, [klik disini]
  10. Dana Bergulir Untuk Kewirausahaan SMK, [klik disini]
  11. Proposal Kerja Untuk Untuk Proses Pembelajaran Keterampilan, [klik disini]
  12. Jiwa Kewirausahaan Perlu Ditanamkan Secara Integral, [klik disini]
  13. Membangkitkan Keberanian Berwira Usaha, [klik disini]
  14. Menciptakan Entrepreneur Muda Dari Sekolah, [klik disini]
  15. Menghidupkan Cita-cita Menjadi Pengusaha Kembali, [klik disini]
  16. Entrepreneur University, [klik disini]
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: