Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Desember 1, 2010

2.500 Guru Dibekali Pengetahuan Teknologi

2.500 Guru Dibekali Pengetahuan Teknologi

Achmad Rouzni Noor II – detikinet

Jakarta – Guru menjadi sosok penting dalam membangun sumber daya manusia Indonesia. Oleh sebab itu, mereka juga harus dibekali pengetahuan tentang cara memanfaatkan teknologi informasi (TI) untuk mempermudah proses belajar dan mengajar.

Inisiatif untuk menambah ilmu para guru tersebut coba dilakukan Telkomsel melalui program corporate social responsibility (CSR) yang bertajuk ‘Untukmu Guruku’. Ada 2.500 guru matematika di 25 kota di Indonesia yang ikut program ini.

Para guru matematika tersebut diajarkan bagaimana memanfaatkan TI untuk kepentingan mengajar yang lebih interaktif dan menghibur. Sehingga, para murid bisa merasakan kesenangan dalam belajar yang membuat otak lebih segar.

Selain dibekali pengetahuan mendalam tentang pengajaran matematika berbasis TI, Telkomsel juga memberikan sebuah wadah bagi para guru di Indonesia untuk saling bertukar pikiran sekaligus berinteraksi dengan sesama guru di seluruh Indonesia melalui sebuah situs internet.

“Situs ini dapat diakses melalui alamat www.telkomselsahabatguru.com,” kata Vice President Area Jabotabek Jabar Telkomsel Venusiana Papasi, saat ditemui di Al-Azhar Kemang Pratama, Bekasi Selatan, Rabu (1/12/2010).

Di dalam situs tersebut tersedia bahan mengajar, solusi pemecahan soal, latihan soal, video tutorial, e-book, serta tips dan trik menjawab soal matematika.

“Penggabungan materi pelajaran dengan kecanggihan teknologi informasi komunikasi juga akan menjadikan bahan ajar sangat interaktif dan menarik, sehingga memperlancar kegiatan belajar mengajar,” kata Kasi Kurikulum Diknas Kota Bekasi, Agus Enap.

Agus menilai, program seperti ini sangat berarti dan mengena untuk para guru. “Berdasarkan statistik Diknas, komponen terpenting dalam kesuksesan pendidikan adalah guru pengajar 36%, manajemen 22%, dan sisanya adalah sarana dan fasilitas sekolah,” tandasnya.

Iklan

Responses

  1. Re: “Telkomsel melalui program corporate social responsibility (CSR)”

    Apakah benar? Mengapa mereka tidak menghadapi isu-isu yang betul penting seperti “Puluhan ribu sekolah dalam keadaan rusak atau ambruk termasuk 70% sekolah di DKI Jakarta – Di Jakarta Saja, 179 Sekolah Tidak Layak Pakai! – Hampir 80% Gedung Sekolah di Pesawaran Rusak, dll”,”Jumlah ruang kelas (SD dan SMP) rusak berat juga meningkat, dari 640,660 ruang kelas (2000-2004 meningkat 15,5 persen menjadi 739,741 (2004-2008).” (ICW) – Kelihatannya makin lama makin banyak sekolah yang rusak!

    Apakah “memanfaatkan teknologi informasi (TI) untuk mempermudah proses belajar dan mengajar” adalah penting? http://teknologipendidikan.com/kebijakan-ict.html

    Apakah semua sekolah mempunyai teknologi-nya? http://teknologipendidikan.com/rasiokomputer.html

    Kita perlu tanya: Apakah ini CSR atau Corporate Business Responsibility (CBR)?

  2. pelatihannya sudah berjalan pak? gimana caranya biar bisa ikut?

  3. Pendidikan Network Salut Professor Fasli Jalal (“Guru Masih Terlalu Dominan di Kelas”) “Siswa tidak diberikan kebebasan untuk mengekspresikan pendapat yang berbeda sehingga mematikan kreativitas siswa,” Ini juga salah satu (dari banyak) masalah dengan Pembelajaran Berbasis-ICT dan yang lebih parah lagi adalah “E-Learning Dapat Membunuh Kreativitas!” Baca… http://Pendidikan.Net/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: