Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Desember 11, 2010

Dosen Lebih Suka Jurnal Nasional

Dosen Lebih Suka Jurnal Nasional

JAKARTA, KOMPAS.com — Lemahnya budaya meneliti, sarana-prasarana yang tak memadai, serta kebijakan pemerintah yang kurang mendukung menyebabkan banyak dosen enggan meneliti. Untuk karier di perguruan tinggi, mereka lebih suka menyiasati angka kredit dari publikasi di jurnal nasional.

Saat akan memublikasikan hasil penelitian, banyak dosen kesulitan menuliskannya. Format penulisan jurnal internasional jauh berbeda dengan penyusunan tesis ataupun disertasi.

”Ketika jurnal sudah terbit, peneliti juga harus siap untuk menerima pertanyaan, kritik, ataupun gugatan dari akademisi lain di seluruh dunia,” ujar Faried.

Dekan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor Arif Satria menyatakan, diperlukan pelatihan dan pendampingan bagi dosen untuk bisa menembus jurnal internasional. Meski dunia penelitian Indonesia belum semaju negara lain, kualitas hasil penelitiannya tidak kalah.

Publikasi internasional sangat bermanfaat untuk berbagai pengetahuan dan membangun jejaring dengan ilmuwan internasional. Jejaring ini bisa membuat peneliti Indonesia dikenal di kalangan akademisi global.

”Peneliti Indonesia harus punya keinginan untuk bisa memiliki pengaruh di dunia internasional di bidang keilmuannya. Keterbatasan yang ada seharusnya tidak mematahkan semangat untuk terus meneliti,” ujarnya. (ELN/MZW)

TERKAIT:
Iklan

Responses

  1. Yth. Redaksi e-Newsletterdisdik.
    Dosen lebih suka jurnal nasional. itu mmg bukti. dampaknya, cakrawala tetap sempit dan (istilah kejamnya) mengerdil. Tdk spt dosen luar. Mereka lbh bergairah dan punya pandangan ke dpn lbh jauh dan luas.
    Pemerintah Indonesia rasanya prlu :
    1. Memberi motivasi dan sarana-prasana yg cukup kpd para dosen utk lbh tertarik mengadakan penelitian dlm berbagai aspek kehidupan dan ilmu pengetahuan.
    2. Di kalangan para dosen, bisa merubah pandangan dari sekedar mengejar angka kredit kepada kepentingan publikasi internasional.
    3. Utk mencapai kesepatakan antar kepentingan pemerintah dan dosen diperlukan efektiftas komunikasi yg baik antara kedua belah pihak. Tdk saling menuding.
    Dmk, mhn mf d tks.

    Hormat saya

    Athor Subroto
    Dosen Perencanaan Strategi Pembelajaran PAI Fak Tarbiyah STAIN Kediri / STAIM Nglawak Kertosono Nganjuk Jatim.

    • BpK. H. Athor Subroto Yth, Terima kasih atas responnya, dan kita tunggu tanggapan pembaca lainnya.

      Wassalam,
      Redaksi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: