Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Januari 22, 2011

51 Guru SMKN 2 ke Bali

51 Guru SMKN 2 ke Bali

Padang Ekspres  Merogoh kecek sendiri, 51 guru SMKN 2 Payakumbuh, dipimpin kepala sekolahnya Drs. Busrizal Jaafar, akhir Desember 2010, mengikuti kegiatan studi koperatif ke beberapa SMKN di Pulau Jawa dan Bali.  Kegiatan yang mendapat dukungan dari komite sekolah itu, dalam rangka meningkatkan wawasan guru, guna meningkatkan mutu SMKN 2 Payakumbuh ke depan. Target sekolah,  mencetak siswa yang siap pakai, seusai mengecap pendidikan di SMKN tekhnologi ini.

Kepala SMKN 2 Payakumbuh Busrizal Jaafar, ketika dihubungi di sekolahnya, Jum’at (21/1), memaparkan, kegiatan studi koperatif yang ikut didanai oleh setiap guru Rp2,1 juta itu,  dikatakan, banyak manfaatnya. “Kami menyadari, makin banyak melayangkan pandangan jauh, kian terasa kekurangan yang ada pada kita,” ungkap Busrizal.

Menurut Busrizal, SMKN 2 Payakumbuh tergolong  lebih maju di Sumatera. Tapi, seluruh majelis guru tidak mau terlena dengan sejumlah prestasi yang ada. Karena itu, makin banyak membuka mata, melihat kemajuan sekolah orang di Jawa dan Bali, makin bersinergilah  SMKN 2 Payakumbuh ke depan.

SMKN yang dikunjungi tidak terfokus sekolah kejuruan tekhnologi, tapi juga kejuruan disain, perhotelan dan pariwisata dan seni. Sekolah tersebut, terdiri dari SMKN 3 Bogor, SMKN 2 Yoyakarta, SMK Mikail Solo yang telah menjalani kerjasama dengan Australia. Kemudian SMKN Cimahi, SMKN 2 Cimahi, serta SMKN Sukowati Bali. Di SMKN Bali ini, rombongan disambut dengan tari Barong.

Selain mengunjungi sejumlah SMKN itu, rombongan juga melihat perakitan sepeda motor milik PT Astra (Honda) di Cikarang Jakarta. Perusahaan sepeda motor terbesar di Tanah Air ini, telah lama menjalin kerjasama dengan SMKN 2, dalam melahirkan montir-montir berbakat dan siap pakai di Payakumbuh, katanya.

Di bagian lain,  seluruh guru SMKN 2 punya komitmen tinggi untuk mendapatkan ISO 14001/2004, tentang sekolah bernuansa lingkungan ke depan. Sebelumnya, SMKN 2 juga telah berseterfikat ISO 9001/2008, tentang manajemen mutu.  ISO 14001/2004 itu, kata Busrizal, belum ada sekolah di Sumbar yang menerimanya. “Kita ingin sekolah pertama yang mendapatkan ISO tersebut,” katanya. []
——————-

Download Best Praktices Kepala Sekolah :


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: