Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Februari 5, 2011

Wirausahawan Muda Takut Ambil Risiko

Wirausahawan Muda Takut Ambil Risiko

JAKARTA, KOMPAS.com (Jumat, 4 Februari 2011) — Kalangan lembaga pemberi dana pengembangan wirausaha tidak yakin bisa merekrut wirausahawan yang mumpuni. Pasalnya, mental wirausahawan muda Indonesia masih kurang berani mengambil risiko. Akibatnya, banyak yang gagal menjadi pengusaha sukses dan memilih berhenti di tengah jalan.

“Tiap tahun kami tidak berani targetkan banyak wirausahawan, paling hanya sekitar 50 orang saja. Angka itu disaring dari 3.000 pendaftar yang masuk dalam program wirausaha mandiri. Dari 50 orang yang kami beri pelatihan dan bantuan modal, ada sekitar 20 persen yang gagal,” kata Sukoriyono Saputro, Senior Vice President Corporate Secretary Group Bank Mandiri, di sela acara pameran wirausaha di Gedung SMESCO Jakarta, Jumat (4/2/2011).

Menurut dia, mental wirausahawan Indonesia, terutama dari kalangan muda, masih kurang berani. Mereka umumnya tidak berani mengambil risiko dengan kenyamanan dan rutinitas yang sejauh ini sudah mereka jalani.

“Banyak yang tidak berani meninggalkan profesi sebagai pekerja dan berkiprah total sebagai pengusaha. Kebanyakan hanya setengah-setengah saja,” ujarnya.

Tiap tahun Bank Mandiri mengalokasikan dana sekitar Rp 3-4 miliar untuk pengembangan wirausaha. Untuk mendapatkan wirausahawan yang mumpuni, mereka menerapkan sistem kompetisi dengan menjaring wirausahawan dari daerah-daerah.

Sejak 2010 Perum Pegadaian juga menggelontorkan program go entrepreneurship. Program tersebut menargetkan 1.000 entreprenuer yang mahir di bidangnya masing-masing.

“Tahun lalu kami merekrut 109 calon wirausahawan. Dari jumlah tersebut kemungkinan yang berhasil hanya berkisar 20 persen. Sisanya diperkirakan hanya berhenti di tengah jalan karena mental mereka kurang teruji,” kata Wasis Djuhar, Direktur Pengembangan Usaha Perum Pegadaian.

Menurut dia, peminat program pengembangan wirausaha Pegadaian cukup banyak, yakni sekitar 500 orang. Namun pihaknya membatasi kuota hanya pada kisaran 100 orang.

“Kami harus berhati-hati karena banyak wirausahawan kita yang hangat-hangat tahi ayam, sehingga tidak memiliki kelangsungan jangka panjang,” katanya.

Budiarto Linggowiyono, Wakil Ketua Umum Bidang UKM Koperasi dan Industri Kreatif Kamar Dagang dan Industri Indonesia mengatakan, saat ini baru sekitar 0,24 persen dari total penduduk Indonesia yang berkiprah di bidang wirausaha. Sementara itu, di negara-negara maju komposisinya sudah lebih dari 10 persen.

“Padahal sumber daya manusia kita sangat banyak. Buktinya tiap tahun ada sekitar 89,2 persen lulusan perguruan tinggi yang mencari kerja. Masa pencarian mereka butuh waktu sekitar 6 bulan hingga 3 tahun. Selama itu mereka menjadi penganggur,” katanya.

Artikel Terkait:

Download artikel terkait :

  1. Mengapa Harus ke SMA ? [klik disini]
  2. Citra Sekolah Kejuruan dan Madrasah Sebagai Sekolah Kelas Dua [klik disini]
  3. Sekolah Menengah Kejuruan Mencetak Tenaga Terampil Berbasis Sekolah [klik disini]
  4. Program Kewirausahaan, Kartu AS Pembelajaran SMK [klik disini]
  5. Pelayanan Tuntas dari SMK untuk Masyarakat, [klik disini]
  6. Membuka Jejaring Kerja dari SMK, [klik disini]
  7. Konsep Kemitraan Dalam Program Kewirausahaan di SMK, [klik disini]
  8. Kita Butuh SMK Pelatihan, [klik disini]
  9. SMK sebagai Pusat Pelatihan Keterampilan Terpadu, [klik disini]
  10. Dana Bergulir Untuk Kewirausahaan SMK, [klik disini]
  11. Proposal Kerja Untuk Untuk Proses Pembelajaran Keterampilan, [klik disini]
  12. Jiwa Kewirausahaan Perlu Ditanamkan Secara Integral, [klik disini]
  13. Membangkitkan Keberanian Berwira Usaha, [klik disini]
  14. Menciptakan Entrepreneur Muda Dari Sekolah, [klik disini]
  15. Menghidupkan Cita-cita Menjadi Pengusaha Kembali, [klik disini]
  16. Entrepreneur University, [klik disini]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: