Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Februari 7, 2011

Muhammad Penyelamat Moral

Muhammad Penyelamat Moral

Oleh : Drs. H. Athor Subroto, M. Si
Dosen  Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri

Saat itu, hancurnya perikehidupan umat manusia sudah mencapai puncak. Tak dapat ditolelir lagi. Bahkan, benar-benar telah sampai pada titik kehancuran yang nyata. Zaman Jahiliyah, aqidah mereka rusak. Akhlaqnya bejat. Ekonominya melarat. Politiknyapun semburat. Fikiran orang-orang jahiliyah memang jahil (bodoh). Mata hatinya buta. Anak-anak perempuan ditanam hidup-hidup. Mereka gemar bermusuhan. Tidak suka perdamaian. Suka minum, berjudi, perempuan, perbudakan dan kehancuran multi dimensi. Singkatnya, kondisi masyarakat saat itu, meminggirkan hati kecil dari kehidupannya. Suara hati kecilnya tak dihiraukan lagi. Mereka lebih memilih jalan hidupnya yang tak jelas kemana arah tujuannya.

Kehidupan seperti itu, sangat membutuhkan lahirnya seorang pemimpin yang patut dicontoh. Pemimpin itu adalah Nabi Muhammad Saw. Beliau terlahir dari rahim seorang wanita terpercaya, Siti Aminah Al-Zuhriyyah. Ayahnya bernama Abdullah bin Abdul Mutthalib. Beliau wafat saat Nabi Muhammad masih berada di dalam kandungan ibunda usia tiga bulan.  Rasulullah Saw lahir dalam keadaan yatim.

Pada masa kecilnya, calon pemimpin umat ini diasuh oleh tangan yang berganti-ganti. Umur 6 tahun, ibunda meninggal. Beliau menjadi yatim-piatu. Lalu diasuh kakeknya, Abdul Mutthalib. Tidak lama, kakeknyapun juga dipanggil sang Khaliq.  Kemudian putra Abdullah ini diasuh pamannya, Abu Thalib bin Abdul Mutthalib. Namun, Muhammad calon pemimpin umat ini – mendapat perlakuan yang baik dari para pengasuhnya. Sehingga jiwa beliau tumbuh kembang dengan sempurna – sampai beliau diangkat menjadi utusan Allah. Tugas utamanya, menyempurnakan akhlaq umat manusia. Menyelamatkan hati kecil yang terpinggirkan.

Dengan risalahnya, umat manusia terentas dari kerendahan moral – menuju cahaya hati. Akhlaq mereka menjadi luhur. Perangai menjadi lembut. Paling dalam ilmu dan pemahaman agamanya. Paling lembut hatinya. Paling sedikit bebannya. Paling fasih lisannya, dan paling kuat hujjahnya.

Darah dan kehormatan mereka menjadi sangat terjaga. Mereka menjadi orang yang paling sabar dalam derita dan cobaan. Menjadi generasi paling ikhlas dalam berbuat. Paling ridla dalam ketentuan Allah. Dan paling bisa bersyukur dengan nikmat yang ada. Derajat keimanan mereka tidak mampu tertandingi oleh generasi sesudahnya.

Rasulullah saw pernah bersabda: “Seandainya mereka berinfaq hanya dua telapak tangan berupa gandum, niscaya tidak akan mampu kalian tandingi meskipun kalian berinfaq dengan dua gunung Uhud berupa emas.”

Nikmat terbesar yang dikaruniakan Allah Swt kepada orang beriman, adalah diutusnya Rasulullah Saw ke muka bumi. Dengan adanya Rasul, menjadi jelaslah siapa yang bisa jadi teladan nyata dalam kehidupan ini. Hal ini hanya bisa ditangkap oleh akal manusia yang mau berfikir. Lainnya tidak. Kaum yang tersebut di belakang ini, merasa terganggu dengan hadirnya Rasulullah Saw. Pesan-pesan utusan Allah yang diteruskan para penerusnya – dirasa sebagai gangguan aktifitas dirinya.

Sungguh, diutusnya nabi merupakan nikmat agung yang patut direnungkan oleh siapapun. Bukan sekedar dongeng atau cerita bohong. Sudah diberi peringatan dan contoh saja manusia masih banyak yang mengingkari. Bagaimana seandainya tidak ada? Wallahu a’lam.

Teladan yang mutak itu hanya satu, yakni Rasulullah Saw. Meneladani beliau adalah suatu keharusan bagi umatnya. Allah Swt berfirman yang artinya:

“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah: “Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”. (QS. Ali Imran [3]: 31-32)

Meneladani Rasulullah Saw berarti meneladani dalam agama ini. Meneladani dalam beraqidah, beribadah, bermanhaj, berdakwah, berakhlaq, bergaul dengan sesama, bahkan bermuamalah.

Tetapi, mengapa Rasulullah Saw diturunkan di kalangan bangsa Arab? Karena bangsa tersebut saat itu berada dalam kondisi klimaks kesesatan. Agama Tauhid Nabi Ibrahim as diganti dengan penyembahan berhala. Ahlul kitab mereka – merubah isi kitab sebelum Al-Qur’an. Menyelewengkan makna dan huruf-hurufnya. Mereka menanamkan keraguan sesudah datangnya keyakinan. Melakukan kejahatan sesudah datangnya kebenaran.

Dengan diutusnya Rasulullah Saw, kaum Muslimin menjadi penguasa hampir sepertiga dunia. Negara super power Persia dan Romawi ketika itu pun tumbang. Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw adalah agama yang mengangkat harkat dan martabat umatnya ke puncak kemenangan dan kajayaan.

Firman Allah Swt, yang artinya:

“Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci.” (QS. As-Shaaf [61]:9)

Missi Rasulullah Saw yang utama adalah menyempurnakan budi pekerti. Menyelamatkan moral. Tujuannya, agar kehidupan manusia menjadi indah. Saling menyayangi, saling menghormati, saling menjaga perasaan, menghindari terjadinya luka dalam hati sesama dan saling membantu. Dari sini, akan mampu menghantarkan manusia hidup aman, tentram dan damai.

Untuk mencapai itu, Rasulullah Saw menumbuhkan gerakan tujuh tazkiyyah:

1. Tazkiyyah dari syirik

Ini tugas semua para nabi dan rasul, termasuk Nabi Muhammad Saw. Menegakkan tauhid dan menghapus syirik. Firman Allah Swt: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu”, Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)”. (QS. AnpNahl [16]:36)

2. Tazkiyyah dari riya’

Pamer atas aktifitas pribadi maupun kelompoknya. Tujuannya, untuk mendapat pujian dari selain Allah. Ini merupakan suatu hal yang harus dihindari oleh setiap manusia. Nabi Saw bersabda: “Sesungguhnya yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah syirik kecil, yaitu riya’.” (HR. Ahmad)

Setiap aktifitas yang bersifat riya’ akan tertolak di akhirat. Pahalanya, disuruh meminta kepada orang yang dipameri itu. Mana mungkin manusia dapat memberi pahala kepada orang lain ? Sedang dia sendiri sibuk untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Tuhan Yang Maha Hakim. Allah cuci tangan dari hal itu. Aktifitasnya, tak ada catatan di sisi Allah Swt..

3. Tazkiyyah dari dusta

Dusta adalah pangkal segala kerusakan. Lawannya, jujur adalah pangkal segala kebaikan. Sifat jujur ini telah dicontohkan Rasulullah Saw sehingga beliau dikenal sebagai al-Amin, dapat dipercaya. Rasulullah Saw pernah bersabda: “Jujur itu mengantar kepada kebaikan, dan kebaikan mengantar kepada surga. Tiada seseorang selalu jujur kecuali pasti dicatat sebagai orang yang jujur. Dan dusta itu mengantar kepada keburukan, dan keburukan itu mengantar kepada neraka. Tiada seseorang selalu berdusta kecuali pasti dia dicatat sebagai pendusta”.

Hindarilah wahai sahabatku – dari perbuatan dusta. Dusta itu – merusak semua lini kehidupan dan menghancurkan jaringan persaudaraan. Memporak porandakan hubungan silaturrahim. Mari kita kembali ke sifat jujur. Jujur itu – sebagai penyelamat dan perekat.

4. Tazkiyyah dari khianat

Orang yang tidak amanah itu merusak semua jaringan yang telah tertata apik. Merusak kedamaian. Menghancurkan hati dan perasaan orang yang memberi amanah. Kalau tidak segera terselesaikan, bisa mengakibatkan derita sakit berkepanjangan bagi orang yang menaruh kepercayan. Bahkan, bisa meninggal dalam kesedihan yang memilukan. Pada saatnya nanti, Allah bertanya, siapa yang membuat kamu seperti ini. Dia menjawab, saya sangat sedih, karena orang yang saya percayai telah berkhianat. Di sana nanti, kedua belah pihak itu ada perhitungan detail dan tak dapat ditebus. Bagaimana kalau setiap orang yang dipercaya di negeri ini lalu tidak amanah dan bohong ? Betapa ngerinya ?

5. Tazkiyyah dari takabbur

Kibir alias sombong lebih dimaksudkan pada batharu al-haq wa ghamtsu al-nas, menolak (setiap) kebenaran dan melecehkan manusia. Kebenaran sudah disampaikan. Pesan-pesan moral sudah diberikan. Namun, dia tidak mau menerima, maka ini orang sombong. Bahkan, orang ini kemudian lalu mencela dan melecehkan orang yang memberi pesan dengan aneka cacian dan kata-kata kotor. Mari kita teladani bibir Rasullah Saw yang selalu memancarkan ucapan manis dan terpuji perilakunya. Tentu kita bisa, asal ada kemauan.

6. Tazkiyyah dari tahajur

Haram hukumnya bagi seorang Muslim berseteru (baca: memutus komunikasi) dengan saudaranya lebih dari tiga hari. Haram juga hukumnya bagi seseorang yang mebuat masalah sehingga meretakkan hubungan. Di sinilah pentingnya saling menjaga dan menyayangi. Jalan terciptanya tarahum (saling menyayangi) di antaranya memberi hadiah (walau sekecil apapun), menyambung silaturrahim, membantu orang susah, menutup aib saudaranya, dan lemah lembut dalam perangai.

7. Tazkiyyah dari akhlaq yang buruk

Akhlaq yang mulia adalah sebaik-baik bekal agar dimasukkaan ke surga. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw: ”Sesungguhnya yang paling banyak mampu memasukkan surga adalah akhlaq yang baik…” (HR. Bukhari).

Akhlaq yang baik di antaranya: ramah, suka menolong sesama, empati kepada sahabat, menjaga tali persaudaraan, rajin, kreatif, pemberani, visioner, tanggung jawab, kerja sama, tolong menolong dalam kebaikan, memberi bila diminta, dan sebagainya. Sedangkan akhlaq yang buruk seperti bakhil, bengis, egois, berdusta, khianat, malas, penakut, pengecut, pecundang, putus asa, bermental cengeng, boros, ceroboh, mudah tersinggung, mudah marah, emosional, serakah, dan sebagainya.

Itulah missi Rasulullah Saw dan inilah nikmat atas diturunkan Nabi Muhammad kepada kita. Beliau adalah penyempurna akhlaq umat manusia. Beliau adalah penyelamat moral. Beliau adalah penyelamat hati kecil yang terpinggirkan. Apakah kita mau memetik missi utusan Allah yang agung itu? Semoga.
—————
Download artikel ini dalam format word document [klik disini]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: