Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Februari 24, 2011

Dikti: APK Indonesia Hanya 18,7 Persen!

Dikti: APK Indonesia Hanya 18,7 Persen!

Dirjen Dikti Kemdiknas Djoko Santoso mengatakan, jika dibandingkan APK negara maju yang mencapai 40 persen, Indonesia harus bekerja keras untuk mencapai angka itu.
—————————

JAKARTA, KOMPAS.com – Angka partisipasi kasar (APK) Indonesia ke pendidikan tinggi hanya 18,7 persen. Hal itu berarti pekerjaan rumah pendidikan tinggi di Indonesia masih sangat besar, terutama upaya menciptakan kampus menjadi bernuansa akademik yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

“Ukuran orang pintar itu sangat sederhana. Jumlah anak-anak yang belajar di perguruan tinggi dibagi dengan anak-anak yang seharusnmya belajar di perguruan tinggi. Ternyata angka partisipasi kasar (APK) Indonesia ke pendidikan tinggi hanya 18,7 persen,” kata Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional Prof Djoko Santoso, Rabu (23/2/2011), terkait peresmian Pusat Bahasa Mandarin di Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Selasa (22/2/2011) kemarin.

Ia mengatakan, jumlah mahasiswa Indonesia 4,6 juta, sementara anak usia yang harus belajar di perguruan tinggi mencapai 25 juta. Jika dibandingkan APK negara maju yang mencapai 40 persen, Indonesia harus bekerja keras untuk mencapai angka itu. Amerika Serikat misalnya, memiliki APK 60 persen dan tertinggi Korea Selatan yang mencapai angka 90 persen.

“Itulah sebabnya, tingkat kemajuan Korea Selatan itu sangat tinggi,” kata Djoko Santoso.

Mantan Rektor ITB ini menambahkan, Indonesia harus bisa menaikkan APK, tetapi tanpa melupakan kualitas pada semua tingkatan pendidikan mulai S-1 hingga S-3.

“Sekarang kayaknya diobral. Ada perguruan tinggi swasta baru berdiri malah mau jadi world class, kalau seperti Unhas tidak apa-apa,” ujarnya.

Yang sering jadi masalah, sebut Dirjen, kita di Indonesia suka melihat yang jelek, bukan yang bagus. Negara lain ingin melihat Indonesia itu ribut terus, sehingga tidak ada kesempatan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas dirinya. Negara dibuat tidak maju-maju dengan cara dibuat selalu ribut, tidak tenang.

Dirjen menyebutkan, saat ini terdapat 160.000 dosen di perguruan tinggi, 80 ribu orang di antaranya magister dan 15.000 doktor. Dia mengakui banyak aturan yang berkaitan pendidikan tinggi sudah usang dan perlu diubah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: