Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Maret 1, 2011

Istrimu Ladangmu

Istrimu Ladangmu

Oleh : Prof. Dr. H. K. Suheimi, SpOG (KFER)

Ladang adalah tempat menyemai benih. Dengan sangat indah Allah itu berfirman bahwa benih itu hanya boleh ditebar di ladang sehingga dia tumbuh. Dengan arti kata lain benih tak boleh di semai di tempat benih tak bisa tumbuh.
Benih hanya tumbuh bila di semai di dalam ladang, ditempatnya.

Sebab ada sebagian manusia menafsirkan “istrimu ladangmu, cangkullah sesukamu”. Inilah kekeliruan, disinilah salahnya. Sebagai manusia ada sopan santun ketika mencangkul, ada do’a-do’a yang di lafaskan

Benih tak boleh disemai dan ditanam ditempat dia tak bisa tumbuh, benih harus disemai di ladang. Bila di semai di luar ladang, tidak ditempatkan pada tempat yang sebenarnya, diharamkan oleh agama dan dilarang oleh kesehatan, karena akan menimbulkan penyakit yang mengerikan.

Makanya dalam berhubungan seks benih atau sperma hanya bisa disemai di dalam vagina. Akan haram bila dilakukan seks per-anal atau per-oral, karena akan mendatangkan petaka yang mengerikan

Maka istrimu. Ladangmu, adalah perintah, benih hanya boleh di semai di ladang

Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Sucinya dalam Al_Qur’an

“Isterimu adalah ladang bagimu maka datangilah isterimu dengan cara mana yang kamu mahu.” (Surah al-Baqarah, ayat 223

Seks yang sebenarnya adalah hubungan kerohanian dan fisik yang terjalin antara sepasang suami isteri yang secara halal. Ia dinaungi landasan syariat yang suci, demi untuk mencari keredaan Ilahi. Seks adalah satu hubungan suci antara dua insan, lelaki dan perempuan.

“Amanah adalah alat kelamin manusia. Jika manusia mampu menjaga amanah ini, Allah akan memelihara diri dan keturunannya!”.
Seks yang suci ini amat mendamaikan. Allah berfirman bermaksud: “Antara tanda kebesaran Allah adalah Dia menjadikan bagimu jodoh daripada jenis manusia sepertimu agar kamu berasa tenteram bersamanya dan dijadikan-Nya antaramu perasaan kasih sayang dan belas kasihan.” (Surah ar-Rum ayat 21)

Maka kita dituntun rasul untuk melafaskan do’a
Bismillahi, Allahumma Janibni wa Jannibis Syaitan ‘ala marazaktana

Ya Allah jauhkan hubungan junub ini dari biskan syetan. Berkatilah Rezki yang Engkau berikan.

Saya terenyuh ketika mendengar do’a seorang istri

‎​Ya Allah
Bila suami hamba adalah pilihan-MU,
berilah hamba kekuatan dan keyakinan untuk terus bersamanya.

Ilahii..,
Bila suami hamba adalah suami yang akan membimbing tangan hamba di jalan-MU, karuniakanlah hamba sifat kasih dan ridho atas segala perbuatannya.

Robbii..,
Bila suami hamba adalah calon penghuni syurga-MU,
limpahkanlah hamba dgn sifat tunduk dan tawadhu’ akan segala perintahnya.

Ilahii…,
Bila suami hamba adalah yang terbaik untuk hamba,
peliharalah prilaku serta ucapan hamba dari menyakiti perasaannya.

Robbii..,
Bila suami hamba jodoh yg ENGKAU rahmati, berilah hamba kesabaran untuk menghadapi segala sifatnya.

Ilahiii…,
sekiranya suami hamba tergoda dengan keindahan dunia-MU,
limpahkanlah hamba kesabaran untuk terus membimbingnya.

Ya Allah.,
Bila suami hamba tunduk terhadap nafsu yang melalaikan,
karuniailah hamba kekuatan-MU untuk memperbaiki keadaannya.

Ya Allahُ …,
Bila suami hamba mencintai kesesatan, pandulah hamba untuk menarik diri nya dari keterlenaannya.

Ya Allah ..,
ENGKAU Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba,
ENGKAU Maha Mengampuni segala kekhilafan hamba,
Bila hamba khilaf dalam memutuskan sesuatu hal,
Bimbinglah hamba ke jalan yg ENGKAU ridhoi,
Bila hamba lalai dalam tanggungjawab hamba sebagai seorang istri,
hukumlah hamba di dunia ini,
bukan di akhirat-MU.

Ya Allah ..
sesungguhnya hamba lemah tanpa petunjuk-MU,
Hamba buta tanpa bimbingan-MU,
Hamba cacat tanpa hidayah-MU,
Hamba hina tanpa rahmat-MU.
Tabahkan hamba menghadapi segala cobaan-MU
Jadikan hamba istri yang disenangi suami.
Bukalah hati hamba untuk menghayati agama-MU

Bimbinglah hamba untuk menjadi istri yang sholihah.
Selamatkan hidup hamba di dunia dan akhirat..:)

Pekanbaru 28 Febr 2011

Sumber: Mailinglist Anggota ICMI

Download artikel ini dalam format word document, [klik disini]

Iklan

Responses

  1. jangan pernah anda membuat larangan apapun jika Al Qur an tidak melarangnya… diamlah sudah cukup… jangan mengada ada… Nabi mengajarkan mubah, makruh, halal, haram… untuk mempermudah manusia yang sifatnya beragam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: