Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | April 22, 2011

MULTIPLE INTELLIGENCES DAN GAYA BELAJAR SISWA

MULTIPLE INTELLIGENCES DAN GAYA BELAJAR SISWA

Oleh :  ABDUL HALIM FATHANI
Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang
(E-mail: ah.fathani@gmail.com)

PADA dasarnya, hal terpenting dalam proses pembelajaran, salah satunya adalah bagaimana seorang guru mampu menyampaikan informasi dengan baik –selanjutnya disebut sebagai gaya mengajar. Begitu juga, bagi siswa harus dapat menerima informasi yang disampaikan oleh gurunya secara baik pula –yang selanjutnya saya sebut sebagai gaya belajar. Chatib (2009:100-101) menjelaskan pada dasarnya gaya mengajar adalah strategi transfer informasi yang diberikan oleh guru kepada siswanya. Sedangkan gaya belajar adalah bagaimana sebuah informasi dapat diterima dengan baik oleh siswa.

Conner (2008:1) menyatakan bahwa gaya belajar siswa mengacu pada cara siswa memilih untuk menerima atau memproses informasi baru. Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda. Beberapa siswa mungkin menemukan bahwa mereka memiliki pilihan gaya belajar atau cara menyelesaikan masalah dengan gaya belajar yang lain. Siswa lain mungkin menemukan bahwa mereka menggunakan gaya yang berbeda dalam situasi yang berbeda.

Sebagai guru, perlu untuk mengetahui gaya belajar siswa. Guru harus mampu membantu mereka untuk memaksimalkan dan menggunakan gaya belajar mereka, dan mengembangkan kemampuan yang kurang dominan. Dengan demikian, guru perlu menyampaikan informasi dengan menggunakan gaya mengajar yang berbeda. Dengan adanya variasi dalam menyampaikan informasi kepada siswa secara keseluruhan memungkinkan siswa untuk belajar lebih baik dan lebih cepat, terutama jika metode mengajar yang dipilih digunakan lebih cocok gaya belajar yang disukai mereka. Selain itu, siswa bisa belajar dengan cara lain, tidak hanya dalam gaya yang disukai mereka. (Silvana, 2010)

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Howard Gardner, ternyata gaya belajar siswa tercermin dari kecenderungan kecerdasan yang dimiliki oleh siswa tersebut. Oleh karena itu, seharusnya setiap guru memiliki data tentang gaya belajar siswanya masing-masing. Kemudian, setiap guru harus menyesuaikan gayanya dalam mengajar dengan gaya belajar siswanya yang diketahui dari Multiple Intelligences Research (MIR).

Sebuah gaya belajar siswa dinilai atau diriset sebelum proses pembelajaran dimulai, dan hasilnya digunakan untuk mengarahkan siswa melalui serangkaian kegiatan pembelajaran yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan belajarnya (Keller, 2010).  Apabila seseorang diriset dengan MIR, maka akan terbaca kecenderungan kecerdasan dan gaya belajarnya, mulai dari skala tertinggi sampai terendah. Hasil MIR ini merupakan data yang sangat penting untuk diketahui oleh guru dan siswanya. Setiap guru akan masuk ke dunia siswa sehingga siswa merasa nyaman dan tidak berhadapan dengan risiko kegagalan dalam proses belajar. Hal ini menurut Bobbi DePorter dinamakan sebagai asas utama quantum learning, yaitu masuk ke dunia siswa.

Berpijak pada konsep keragaman gaya belajar dan perbedaan tingkat kecenderungan multiple intelligence siswa mengenai adanya perbedaan individual, kiranya penting untuk diperhatikan bagi para guru untuk memahami keragamaan gaya belajar siswa ini. Dengan demikian, diharapkan setiap individu siswa dapat belajar secara menyenangkan, karena model pembelajarannya didesain berlandaskan pada gaya belajar dan kecerdasan yang ada pada masing-masing siswa. [ahf]

Daftar Rujukan

Chatib, Munif. 2009. Sekolahnya Manusia: Sekolah Berbasis Multiple Intelligence di Indonesia. Bandung: Kaifa.

Conner, Marcia L. 2008. What’s Your Learning Style? (Online) http://www.agelesslearner.com/assess/learningstyle.html, diakses 15 Januari 2011

Keller, Harry. 2010. Solving the Problem of Learning Styles. (Online) http://etcjournal.com/2010/01/05/solving-the-problem-of-learning-styles/, diakses 17 Januari 2011.

Silvana, Santi. 2010. The Role of Multiple Intelligences and Learning Styles in Constructing Reading Assessment for Teenage English Learners, (Online), (http://efl-article.blogspot.com/2010/07/role-of-multiple-intelligences-and_27.html), diakses 17 Januari 2011.
—————-
Download artikel ini dalam format word document [klik disini]


Responses

  1. Saya setuju sekali dengan Maz Abdul dalam menyikapi cara belajar siswa ini, memang harus banyak diberikan perhatian, pasalnya siswa atau anak sekolah sekarang metodenya sudah berkembang pesat. Bagi sebagian siswa kecanggihan di era global ini akan membawa siswa bisa lebih maju lagi, bagi yang mampu mengikuti perkembangannya, akan tetapi bagi sebagian siswa juga yang tidak bisa mengikuti perkembangannya, akan memberatkan bahkan menjadi beban bagi siswa tersebut.
    Sekarang bukan metode belajarnya saja yang harus diperhatikan, tapi pengajar serta seperangkat aktivitas sekolahpun harus diperhatikan, seperti Guru atau pengajar yang berkualitas sesuai dengan bidangnya, kelas yang nyaman, peraga yang mendukung, dsb.
    Siswa malas belajar pasti ada penyebabnya, seperti tidak suka pelajarannya, tidak suka gurunya, bahkan mungkin siswa tiadak mengerti sama sekali pelajaran yang diajarkan guru, sehingga ia menganggap tidak perlu untuk belajar.
    Hal-hal seperti ini perlu untuk diperhatikan, kebiasaan metode belajar siswa di indonesia yang direncanakan sendiri alangkah baiknya sedikit demi sedikit di hilangkan, seperti SKS (sistim kebut semalam) artinya semalaman suntuk hanya digunakan karena besoknya mau ujian.
    Padahal kalau materinya banyak, susah juga untuk SKS dan saya jamin hasilnya tidak akan memuaskan.
    Baik untuk maz Abdul Halim Fathani, terimakasih atas artikelnya, cukup membuat saya untuk terinspirasi dan mudah-mudahan saya pun bisa merubah kebiasaan anak dan cucu saya dalam belajar.

  2. Pak, wajibkah test multiple intelligent pada anak TK ? mengapa ?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: