Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | April 28, 2011

SMA Berasrama

SMA Berasrama

Syofyan Kudan [Harian Singgalang Online]

Menarik program pembangunan SMA berasrama pertama di Sumatra Barat yang ditempatkan di Padang Panjang.

Pembangunan SMA Berasrama ini telah dilakukan sejak 2008, dengan biaya Rp17 miliar, kemudian mulai operasi Juli 2011. Sedangkan SMA yang sama sedang dibangun di Kabupaten Solok yang menurut rencana operasionalnya 2012.

Demikian berita Singgalang, 12 April 2011 di halaman A-8 dengan judul : Berlokasi di Padang Panjang, SMA Berasrama Sumbar Mulai 2011.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Sumatra Barat Drs. Burhasman Bur menyampaikan hal itu dalam jumpa pers. Kini, Burhasman telah menjadi Kepala Dinas Pariwisata.

Membaca uraian program operasional SMA Berasrama tersebut oleh Burhasman Bur, tidak tergambar sistem pelaksanaan proses belajar mengajar (PBM) dengan tingkat disiplin yang tinggi.

Penulis khawatir, pelaksanaan SMA tipe ini akan menjadi sia-sia saja, karena setelah menghasilkan tamatan, ternyata siswanya jauh dari harapan. Sebab, penulis tidak melihat sekolah ini mempunyai visi dan misi seperti apa?

Apakah hanya untuk melaksanakan sekolah bertaraf internasional dengan membanggakan keterampilan siswa berbahasa Inggeris atau bahasa lain saja?
Dalam jumpa pers, Burhasman menyampaikan syarat seleksi kepala sekolah, guru, pegawai tata usaha, hingga seleksi siswa yang direncanakan hanya 32 orang perlokal. Nampaknya, hanya seperti SMA biasa saja, hanya kelebihannya ada asrama siswa. Visi dan misi SMA ini tidak jelas, mau dijadikan apa siswanya nanti.

Di Sumbar, banyak muncul sekolah dengan istilah membingungkan masyarakat dan orangtua siswa. Ada sekolah rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI), sekolah berstandar internasional (SBI).

Asumsi internasional, kualitas sekolah yang sama antara di Padang Panjang dengan di Inggris atau Amerika Serikat, atau Jepang dan lainnya.
Jika tidak, sebaiknya SMA biasa sajalah namanya dengan plus Bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya. Agar jangan membingungkan masyarakat.
Jika memang SMA Berasrama ini menjadi sekolah unggul di Sumbar, Dinas Dikpora bersama Disdik Padang Panjang perlu studi banding ke SMA Taruna Magelang di Jawa Tengah.

Sekolah itu boleh disamakan dengan sekolah bertaraf internasional, tapi namanya tetap SMA Taruna Nusantara (SMA TN) saja. Tidak pakai istilah internasional, padahal kiprahnya sudah menyamai go internasional. Jika pemerintah Indonesia mau, maka ada putera-puteri Negara Jepang mau sekolah di SMA TN tersebut.

Misi dan misi SMA TN yang didirikan 1990 tersebut adalah menciptakan calon pimpinan di masa dating, baik di militer maupun sipil.

Untuk itu, sekolah ini menerapkan pola disiplin militer, dimana siswa yang lulus seleksi ditempa dengan pendidikan disiplin kepemimpinan selama tiga bulan.
Semua siswa yang dinyatakan diterima (setelah lulus seleksi tes akademik, kesehatan, smapta pisik) dilatih seperti militer selama tiga bulan dengan uniform seragam yang membanggakan siswanya.

Setelah itu, kurikulum dirakit sendiri dengan penerapan pola pengajaran yang disiplin tinggi. Sebab, SMA tersebut punya motto: Disiplin yang tinggi kunci keberhasilan.

SMA TN dipimpin seorang militer yang job jabatan kepseknya setingkat Brigadir Jenderal (Brigjen) aktif. Jika kita bawakan ke Sumbar, militer yang berpangkat Brigjen adalah Pangdam Bukit Barisan atau Kapolda. Itulah yang menjadi kepala SMA TN. Sedangkan empat wakilnya, tiga diantaranya dari militer setingkat Kolonel, sedangkan wakil bidang humas dari kalangan sipil.

Seleksi guru pamong yang mengajar menerapkan system kontrak dari sejumlah guru PNS maupun non PNS yang setiap tahun selalu dievaluasi oleh pengelola SMA termasuk masukan dari siswa itu sendiri. Guru diberikan tunjangan yang besar dan juga diasramakan di lingkungan sekolah. Jadi tidak siswa saja yang diasramakan, juga semua guru, kepala sekolah dan pegawai juga ada asramanya.

Penulis mengusulkan sebaiknya SMA itu dijadikan SMA unggul Sumatra Barat dengan pola meniru SMA Taruna Nusantara Magelang Jawa Tengah tersebut.

Berita Terkait :

Iklan

Responses

  1. Menanggapi tulisan Bapak sofyan kudan, saya ada sedikit urung rembuk
    Meningkatkan kualitas anak didik bukan hanya pada sekolah yang baik, tetapi dukungan para orang tua dan masyarakat juga mutlak di berikan, akan tetapi meningkatkan mutu pendidikan secara kurikulum (sekolah) dengan membuat sekolah ber asrama adalah pembangunan pendidikan yang baik, apalagi di dukung oleh pemerintah daerah melalui APBD yang terukur.
    Disini saya mencoba membahas tentang kualitas asrama yang bagaimana yang akan di ciptakan?? kualitas Guru yang bagai mana??, kita tidak usah terlalu mengambil bandingan dengan sekolah seperti taruna nusantara yang semua serba disiplin ala militerisme, mengapa kita tidak melihat kualitas sekolah yang berasrama seperti, kharisma bangsa boarding school atau BPK penabur, dimana sistem kedisiplinan nya tidak ada yang berbau militer tetapi prestasinya jauh diatas Taruna Nusantara.
    yang paling penting dalam membina sekolah berasrama adalah aturan dan jadwal disiplin yang ketat di sekolah maupun asrama, dengan guru guru yang berkualitas dan mampu memahami ke jiwaan anak anak didik.
    1. Harus adanya pembina yang tinggal di asrama sepanjang waktu 24 jam mutlak
    2. Pisahkan Asrama Putra dan Putri dan beri pengawasan intensif
    3. Buat schedul asrama yang menarik dan mendukung aspek pendidikan
    4. Selama masa sekolah siswa di larang keluar lingkungan asrama
    5. Siswa boleh keluar asrama apabila week end dan di jemput oleh keluarga.
    6. Menu makan siswa telah di uji oleh ahli gizi
    7. Guru guru adalah pilihan dan di seleksi dengan ketat(fit and proper test)
    8. Buat kelas unggulan untuk meningkatkan persaingan antara siswa
    9. Jadikan bahasa Inggris/arab jadi bahasa pengantar di sekolah.
    10. Lakukan studi banding terhadap sekolah sekolah unguulan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

    dan masih banyak lagi ide ide bagus yang akan tercipta dengan sendirinya tanpa harus di lakukan dengan type militeristik,, lihat prestasi BPK Penabur dan Kharisma Bangsa yang di bangun tanpa landasan militer tetapi mampu menciptakan siswa siswa yang unggul


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: