Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Mei 17, 2011

Klaim Salah Data

Klaim Salah Data
Kadisdik Sumbar: Siswa tak Lulus Kemungkinan Berkurang

Padang, Padek—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumbar mengklaim tingkat kelulusan siswa SMA dan sederajat di Sumbar bertambah, menyusul adanya kesalahan data yang dikirim Dinas Pendidikan kabupaten/kota ke Kementerian Pendidikan Nasional.

Perubahan data nilai rapor sekolah itu telah dikirim kembali ke Kemendiknas, kemarin (16/5). “Data sementara, sebanyak 1.284 siswa yang dinyatakan tidak lulus berkemungkinan berkurang dari data sekarang. Kami sudah mengirimkan data terbaru nilai rapor yang benar ke Kemendiknas,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sumbar, Syamsurizal, pada Padang Ekspres, kemarin (16/5).

Data Kemendiknas, tercatat sebanyak 6.076 siswa yang lulus, berikut daftar daerah yang meraih tingkat kelulusan terbaik dan terburuk. Bukittinggi meraih peringkat pertama dengan jumlah peserta UN 1.418 orang. Padang peringkat kedua, dengan jumlah peserta UN 4.220 orang, dan Kota Solok peringkat ketiga dengan jumlah peserta UN 707 orang. Sementara yang terburuk adalah Solok Selatan, Pesisir Selatan, dan Mentawai.

“Di Bukittinggi, tercatat lima orang siswa yang tidak lulus, Padang 33 orang tak lulus, dan Solok 35 orang,” jelasnya.
Mengantisipasi banyaknya siswa yang tak lulus UN, Disdikpora Sumbar segera berkoordinasi dengan kabupaten/kota mengkaji akar permasalahannya. Program pertama, meninjau ulang guru dan kepala sekolah.

“Kami belum mendapatkan jadwal pasti kapan revisi data yang dikirim tersebut turun dari Kemendiknas. Untuk SMP, baru bisa ditetapkan tanggal 21 Mei mendatang,” paparnya.

Kepala Dinas Pendidikan Bukittinggi, Eliya Makmur mengatakan, lima orang yang tidak lulus di Bukittinggi karena memang tidak mengikuti ujian. Mereka adalah siswa SMK.

Sedangkan Pesisir Selatan, salah satu yang mendapatkan nilai terendah, menurut Kepala Dinas Pendidikannya, Rusmayul Anwar, yang tidak lulus berjumlah 193 siswa dari total peserta 5.908 siswa.

“Yang paling banyak tidak lulus SMA jurusan IPS. Jumlah siswa yang tidak lulus berjumlah 107, dari 1.858 jumlah peserta UN. Jadi kalau dipersentasekan, 3,4 persen yang tidak lulus,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, kelulusan SMA/MA/SMK ditentukan gabungan nilai mata pelajaran UN dengan nilai sekolah. Pembobotannya 60 per­sen nilai UN dan 40 persen nilai se­kolah.

Seperti diberitakan, sebanyak 1.167 dari 43.211 (2,7 persen) peserta UN ting­kat SMA/MA di Sumbar dinyatakan tidak lulus. Ketidak lulusan UN tingkat SMA/MA Sumbar ini berada di urutan 28 dari 33 provinsi se-Indonesia.

Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Padang Ali Za­mar mengatakan, anjloknya nilai UN siswa Sumbar mencerminkan kualitas pendidikan. “Kalau saya lihat, mata pelajaran yang diujikan di UN tidak dipahami siswa. Akibatnya, nilai UN mereka rendah,” jelas Wakil Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), itu.

Ke depan, pemerintah daerah dan pihak sekolah harus memberikan pelajaran mulai dari dasar, sehingga dapat menyerap ilmu secara menyeluruh. Kalau sekarang, katanya, terkesan pihak sekolah dan pemerintah memaksakan pelajaran kepada para siswa yang mengikuti UN, sehingga kemampuan mereka menelaah pelajaran tersebut kurang. (*)

Berita Terkait :


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: