Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Juni 16, 2011

Pendidikan Sumbar, Urus dengan Serius!

Pendidikan Sumbar, Urus dengan Serius!

[www.harianhaluan.com] Rabu, 15 Juni 2011 – Rapat Koordinasi (Rakor) Gubernur dengan Bupati dan Walikota pada Senin (13/06) menghasilkan 17 rekomendasi tampa dihadiri 6 kepala daerah. Rekomendasi ini meleng­kapi 16 rekomendasi yang sudah dibuat pada Rakor sebelumnya di Dharmasraya.

Pendidikan menjadi isu penting yang diangkat dalam Rakor baru lalu itu. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyebutkan, pendidikan di Sumbar mengalami penu­runan bila dilihat dari hasil Ujian Nasional (UN). Pada UN 2011, di tingkat SMP, Sumbar menempati posisi 29 dari 33 daerah. Tingkat SMA, Sumbar di posisi 28. Di tingkat SMK, juga tidak menggembirakan. Sumbar menempati posisi 21 dari 33 daerah.

Hasil ini memperlihatkan bahwa di bidang pendidikan, kita kalah dari provinsi lain. Karena itu Gubernur Irwan langsung menginstruksikan kepada bupati dan walikota untuk fokus kepada pembinaan teknis terhadap guru dan pengawas.

Lalu kenapa prestasi pendidikan sampai sedemikian melorot? Dan apakah itu sebabnya Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat dipindahkan ke Dinas Pariwisata dan terpaksa ‘ditarik’ Kepala Dinas Pendidikan dari Padang Pariaman untuk memimpin Dinas Pendidikan Sumbar?

Kita memberi garis bawah juga terhadap apa yang mengemuka dalam Rakor Pemda itu. Diungkapkan dalam Rakor itu, bahwa masalah rendahnya kualitas UN karena Dinas Pendidikan dibebankan banyak kerja, tidak hanya urusan kualitas. Dinas pendidikan juga mengurusi soal proyek, pembangunan, dan sebagainya. Ini yang menyebabkan dinas pendidikan tidak fokus terhadap pencapaian kualitas pendidikan.

Karena itu menarik juga menyimak apa yang disarankan Wakil Walikota Padang dalam Rakor tersebut. Mahyeldi punya usul agar Dinas Pendidikan benar-benar hanya mengelola pendidikan, tidak me+ngurusi proyek.

Selama ini Dinas Pendidikan memang terlihat lebih banyak mengurusi proyek. Tidak banyak yang ber­konsentrasi pada kurikulum. Justru sebenarnya sekolah lah yang amat dominan dalam ranah kurikulum itu. Sementara SDM di kantor Dinas Pendidikan di semua Kabupaten/Kota banyak yang bukan berlatar belakang pendidikan. Jadi wajar saja keluhan Mahyeldi bahwa Dinas Pendidikan banyak mengurus proyek, bukan mengurus teknis pendidikan.

Kebutuhan untuk tenaga pengelola Dinas Pendidikan itu sesungguhnya jarang terpikirkan latar belakang pendidikan serta kompetensi orangnya. Beberapa daerah sebelum ini seperti Padang Panjang, Agam, Bukittinggi malah mencari Kepala Dinas Pendidikan itu ke Universitas Negeri Padang. Beberapa guru besar dan doktor pendidikan diminta bantuannya untuk menjadi Kepala Dinas. Karena memang ini pas kompetensinya. Tentu saja tidak dengan asal comot. Belum tentu juga setiap yang dari UNP lantas bisa dianggap kompeten mengurusi dunia pendidikan. Namun setidak-tidaknya yang berlatar belakang manajemen pendidikan.

Dengan penempatan orang yang tepat di dunia pendidikan, Insya Allah pendidikan diserahkan pada ahlinya. Jadi bukan pada konco Bupati/Walikota dan konco gubernur. Kalau pun itu konco, sebenarnya tidak masalah asal kompentensinya relevan.

Oleh karena itu pula kita mengapresiasi rekomendasi Rakor Pemda kali ini dimana  gubernur menginstruksikan kepada bupati dan walikota memberikan perhatian serius terhadap UN. Caranya, dengan melakukan pembinaan teknis terhadap guru dan pengawas sekolah, yang terlebih dahulu akan dibicarakan secara khusus antara gubernur dengan bupati dan walikota.

Sebab menjadi sangat keterlaluan, manakala ratusan guru sudah disertifikasi dan dinyatakan sebagai pemilik kompetensi yang mumpuni untuk mengajar tetapi hasil Ujian Nasional ternyata masih jeblok. Kita bukan mempersoalkan uang sebagai imbalan dan sertifikasi itu, tetapi nilai sertifikasi itu. Sebanarnya apa memang sudah pas seseorang diberi sertifikat atau brevet kecakapan mengajar? Apakah tidak hanya main-main saja? Sertifikat, tetapi hasilnya sama saja dengan ketika belum ber­sertifikat.***


Responses

  1. Saran-saran :
    1. Untuk peningkatan kualitas pendidikan, pemerintah jangan hanya terfokus pada sekolah unggulan saja. Karena jumlah siswa lebih banyak pada sekolah biasa. Dengan memberikan bantuan sarana dan teknis pada sekolah biasa jauh akan lebih meningkatkan kualitas dan pada akhirnya nanti akan mendongkrak rangkin Sumbar di tingkat nasional.
    2. Agar program training untuk guru diperbanyak frequensinya. MGMP diberi dana yang cukup untuk kegiatan mereka. Instruktur dan guru Inti kembali diaktifkan. Kalau perlu mereka ditrainingkan di luar negeri. Karena guru apabila tidak ditraining, ilmu mereka akan mengendap. Akhirnya mereka mengajar dengan waswasan sempit. Bahan ajar atau metode mengajar dari tahun 70-an waktu tamat kuliah dulu sama saja sampai sekarang. Padahal dunia skrg sudah berubah.
    3. Tolong lakukan yang dua itu saja Pak Gubernur dan Pak Bupati/Wako.
    4. Terima kasih

  2. Saya setuju sekali dengan pak Diwarman.
    Mestinya pendidikan dan latihan itu dilakukan dengan sungguh-sunguh dengan memperhatikan kebutuhan di lapangan; need aasessment, kata orang sekarang.
    Dilakukan sungguh-sungguh artinya: pelaksana dan peserta punya satu orientasi, yaitu untuk memajukan proses belajar mengajar (PBM) dengan cara-cara bertanggungjawab.
    Usul saya:
    1. buat kalender pendidikan yang sama untuk Sumbar, agar pembinaan serentak bisa dilakukan,
    2. lakukan kajian untuk mencari tahu apa yang sebenarnya yang salah dengan penanganan sekolah kita.
    3. tingkatkan minat baca dan daya serap siswa terhadap bacaan,
    4. tingkatkan wawasan lingkungan dan etika siswa, melalui pencontohan oleh guru, di sekolah,
    5. kurangi intervensi terhadap pimpinan di persekolahan.

  3. Alhamdulillah lah walaupun banyak koment koment yang pedas,, tapi itu semua untuk membangun dunia pendidikan di sumbar leih baik lagi, saya berikan informasi tentang siswa SMP yang lolos OSN Manado :

    BIDANG BIOLOGI
    1. Amelia Nur Khasanah SMP Negeri 1 Bukit Tinggi (Passing Grade)
    2. Amanda Khaleta SMP Negeri 1 Padang (Passing Grade)
    3. Faqih Mualim SMP Negeri 1 Solok (Perwakilan Propinsi)

    BIDANG FISIKA
    1. Amru Mufid SMP Negeri 5 Tanah Datar (Passing Grade)
    2. Willy Barimbing SMP Xaverius Bukit Tinggi (Passing Grade)
    3. Ayu Marsha Utami SMP Negeri 1 Padang (Perwakilan Propinsi)

    BIDANG MATEMATIKA
    1. Aalamsyah SMP Negeri 1 Padang Glogur Pasaman (Passing Grade)
    2. Pyriska Kinan Indris SMP Negeri 1 Solok (Perwakilan Propinsi)

    BIDANG IPS
    1. Rijali Isnain SMP Negeri 2 Kapur IX Limapuluh Kota (Passing Grade)
    2. Ghifary Muhhamd syam SMP Negeri 5 Batusangkar (Passing Grade)
    3. Tsyuaraya Nabila SMP Negeri 3 Bukit Tinggi (Perwakilan Propinsi)

    Selamat kepada semua siswa yang berhasil lolos ikut OSN Manado semoga tradisi medali buat sumar dapat diraih kembali,, dan selamat juga buat siswa SMP Negeri 5 Tanah datar yang berhasil membawa 2 siswa nya ikut OSN, maju terus SMP Negeri 5 Tanah Datar, Salut kepada Pak Asrul dan Jajaran nya,,

  4. Ass…Bpak KepaLa Dinas Provinsi SUMBAR yg TERhormat…

    pAk KeNapA ya pak aDa PeruBahan TerHadap DANA BEASISWA KURANG MAMPUyang di BErikan Pada MAHAsiswa Tersebut di SAAt UAng KULiah Dan BiayA Hidup di KOst TAMBAH MAHAL…

    KAMI TERTAND SEBAGAI MAHASISWA KURANG MAMPU YANG MENERIMA DANA BEASISWA tsb yang KULIAH di UNAND…
    MOHON PERtimBAngannya LAgi Pak…

    MOHOn DANA YAng SEBELUMNYA saja PAk….

    TERIMA KASIH…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: