Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Juli 19, 2011

Biaya Pendidikan Gratis dari A – Z

PADANG PANJANG PATUT DITIRU
Biaya Pendidikan Gratis dari A – Z

PADANG – SINGGALANG Jumlah siswa miskin Sumbar tercatat 134.444 orang, terbanyak di Padang. Sepanjang data yang bisa dikumpulkan, bantuan pendidikan terbaik ada di Padang Panjang, disusul Kota Solok, Tanah Datar dan Payakumbuh dan Sawahlunto.

Di Kota Serambi Mekkah itu, selain layanan kesehatan, layanan pendidikan di sekolah negeri gratis. Untuk sekolah swasta dibantu Rp50 ribu/orang/bulan. Bahkan sepatu, pakaian seragam juga dibantu Bazda setempat. Yang akan masuk PTN dibantu Rp2,5 juta (PTN favorit) dan Rp750 ribu/orang untuk PTN non favorit.

Ini mengakibatkan dampak lain. Setidaknya 125 orang/hari muncul permintaan KTP baru, baik dari warga kota sendiri atau dari luar kota.
Semua daerah sudah membebaskan SD dari semua biaya karena ada wajib belajar 9 tahun.

Di Padang Panjang, sejak SD sampai SLTA tak peduli kaya atau miskin, gratis. Jika belajar di sekolah swasta dibantu SPP Rp50ribu/orang/bulan. Untuk kuliah dibantu uang pangkal Rp700 ribu sampai Rp2,5 juta/orang.

Bahkan untuk 2011/2012 ini semua anak Padang Panjang sudah bisa masuk sekolah negeri, karena Walikota Suir Syam mengeluarkan kebijakan mengharuskan sekolah negeri menerima semua anak Padang Panjang.

Meski kebijakan itu dirasakan sulit bagi sekolah swasta karena mereka harus kehilanganbanyak calon siswa, namun bagi masyarakat, terutama masyarakat kurang mampu, kebijakan itu sangatlah menguntungkan mereka.

Sebab, dengan bersekolah di sekolah negeri, orangtua mereka tak perlu lagi mengeluarkan sepeserpun.

“Kalau di sekolah negeri semuanya kan gratis. Beban para orangtua tinggal membeli seragam, sepatu, buku dan fasilitas pelajar lainnya. Coba kalau tidak gratis, beban kami sangatlah berat, karena biaya sekolah cukup besar,” ucap Hasan, salah seorang warga kurang mampu yang anaknya masuk SMP tahun ini.

Hebatnya lagi, anak-anak dari keluarga kurang mampu itu juga tak harus menanggung beban membeli seragam, sepatu dan buku sendirian. BAZ (Badan Amil Zakat), partai politik, ormas dan pihak-pihak lainnya juga siap membantu mereka. BAZ misalnya, badan tersebut punya program Padang Panjang Cerdas, yang fokusnya untuk pendidikan.

“Dengan berbagai kebijakan yang kita buat dan banyaknya pihak yang peduli terhadap mereka, tidak ada lagi alasan bagi anak-anak Padang Panjang untuk tidak bersekolah. Jangankan yang miskin, yang mampu saja kita gratiskan, ucap Wawako H. Edwin.

Sawahlunto

Sedikitnya 500 pelajar di Sawahlunto berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka itu terdiri dari 300 pelajar SLTA dan 200 pelajar SLTP.

“Solusinya beasiswa,“ kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto, Deswanda kepada Singgalang, Jumat (15/7).

Ia mengatakan, Pemerintah Kota Sawahlunto menganggarkan beasiswa setiap tahun. Untuk SLTA kurang mampu Rp700 ribu/orang/tahun.

Untuk SLTP pemerintah Kota Sawahlunto tidak menganggarkan dalam APBD. Secara khusus telah dianggarkan Provinsi Sumbar untuk SLTP melalui penuntasan wajib belajar 9 tahun. Masing-masing pelajar dari keluarga kurang mampu memperoleh beasiswa Rp350 ribu/tahun.

Pesisir Selatan

Kabid Dikdasmen Pessel, Yadi tingkat SD ada anak miskin 4.444 siswa yang berasal dari keluarga miskin. Sementara untuk SMP masih dalam pendataan. Kabid Pendidikan Menengah, Syahnan mengungkapkan, tingkat SMA ada 6.698 siswa miskin

Pemerintah memberikan bantuan khusus berupa uang tunai Rp65 ribu/siswa/bulan untuk tingkat SMA. Untuk SMP Rp35 ribu/siswa/bulan. Bantuan itu dipergunakan untuk membeli perlengkapan sekolah.

Di samping itu, Pemkab Pessel telah menerapkan program wajib belajar 12 tahun secara gratis sejak tiga tahun terakhir. Dengan demikian tidak ada lagi alasan bagi anak usia pelajar untuk tidak sekolah minimal sampai ke tingkat SMA.

Payakumbuh

Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Edvianus, Minggu (17/7) mengatakan, saat ini di Payakumbuh tercatat 433 siswa miskin untuk SLTA dan 433 SLTP. Tingkat SD sederajat 973 orang.

Pemko Payakumbuh memberikan beasiswa untuk 1.480 orang siswa tingkat SLTA. Dana diambil dari APBD Rp350 ribu ditambah dari APBD provinsi Rp350 ribu pertahun untuk satu orang siswa.

Untuk SLTP disediakan 1.500 siswa atau sekitar 30 persen dari total siswa SLTP di Payakumbuh. Siswa tersebut mendapatkan beasiswa dari APBD provinsi dan APBN.

“Untuk tingkat SLTP ini kita tidak menyediakan, karena sudah diberikan melalui APBD provinsi dan APBN. Untuk tingkat SD dananya murni semuanya dari APBN dan diberikan kepada semua siswa miskin yang terdata di semua sekolah,” tambahnya.

Selain itu, tambah Edvianus, Bank Nagari juga memberikan bantuan untuk siswa miskin tersebut Rp120 juta. Bantuan tersebut diperuntukan untuk siswa miskin mulai dari tingkat SD sampai ke perguruan tinggi.

“Pada dasarnya, bantuan untuk siswa miskin dari Bank Nagari kita berikan untuk yang tidak mendapatkan beasiswa dari dinas. Intinya bantuan tersebut tidak hanya untuk satu orang saja alis tidak diberikan kepada siswa yang sama,” sambung Edvianus.

Sedangkan dari pihak sekolah, disdik meminta untuk diberikan potongan atau dibebaskan dari segala pembayaran uang komite. “Kalau yang bersangkutan masuk di sekolah negeri, tidak dipungut biaya apapun. Tapi kalau swasta, maka sekolah diminta memberikan keringanan,” ujarnya lagi.

Limapuluh Kota

Adajatah beasiswa untuk 900 orang pelajar SMP dan 628 orang pelajar SMA 2011 di Limapuluh Kota. Dalam setahun, pelajar hanya dapat kucuran Rp90 ribu/orang. Lebih kurang Rp250/hari, tak cukup untukbeli es.

Beruntung, bantuan yang sumber dananya dari Pemprov Sumbar itu masih mengalir ke tangan pelajar miskin. Kalau tidak, pelajar miskin di Limapuluh Kota tidak akan pernah merasakan nikmatnya uang negara.

Sejumlah aktivis dan pemerhati pendidikan Limapuluh Kota merasa kecewa. Syaiful Rahman dari LSM Madani misalnya. Menurut Ketua Dewan Pembina Pendidikan Daerah Limapuluh Kota (DPPD) itu, bantuan Rp 250/ hari masih sangat rendah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota Indra Kesuma, Kabid SMA Nenengsih serta Kasi Sarana dan prasarana Erafles tidak menamping perihal beasiswa minim tersebut. Hanya saja menurut Indra Kesuma, selain bantuan beasiswa rata-rata Rp 90 ribu/ kepala untuk 1.528 pelajar miskin, Pemkab juga mengucurkan bantuan melalui Badan Amil Zakat Daerah (Bazda).

Diakui Kadisdik melalui Erafles, data pelajar miskin di SMAN se-Kabupaten Limapuluh Kota, jumlah paling banyak terdapat di SMAN 1 Lareh Sago Halaban yakninya 213 siswa-siswi miskin. Menyusul SMAN 1 Suliki 124 orang.

Selanjutnya, SMAN 1 Kapur IX 72 orang dan SMAN 1 Akabiluru 7O orang dengan propesi orangtua beragam. Mulai dari petani penggarap sampai buruh.
“Setelah SMAN 1 Akabiluru, pelajar miskin tingkat SMAN terdapat di SMAN 1 Situjuah Limo Nagari 42 orang. Selanjutnya, SMAN 1 Harau 21 orang dan paling sedikit di SMAN 1 Guguak beasiswa dari Pemprov 11 orang. Bantuan Rp90 ribu/tahun ini, dari pemprov. Semoga saja di tahun-tahun mendatang, ada bantuan APBD khusus untuk beasiswa pelajar miskin,” tandas Erafles.

Ketua DPRD Darman Sahladi ketika dikonfirmasi, malah mengaku bantuan beasiswa tersebut sudah dianggarkan dalam APBD 2011, dengan nama anggaran ‘bantuan sosial’ yang dikelola DPKAD. Dana itu, diperuntunkan untuk persoalan kemiskinan. Mulai dari pendidikan, kesehatan dan bejibun keluhan masyarakat lainnya

Dharmasraya

Kebijakan pemkab Dharmasraya terhadap siswa yang miskin menurut Bupati H.Adi Gunawan dengan memberikan bantuan beasiswa. Sumber dana APBD, provinsi serta badan amil zakat.

Kadis Pendidikan Prihandoko menjelaskan, siswa miskin mendapat beasiswa. Di SMK, hampir semuanya tergolong miskin mendapatkan bantuan beasiswa.
Namun berapa jumlah siswa miskin di Dharmasraya, Prihandoko, mengaku lupa.

Data versi BAZ Dharmasraya 2011 anak miskin; SD 997, SLTP 267 dan SLTA 186. Data tersebut baru yang dapat beasiswa dari BAZ namun jumlah keseluruhan siswa miskin belum terdata dengan rinci

Kabupaten Solok

Sedikitnya, 7.778 siswa miskin di Kabupaten Solok tiap tahunnya dibantu pemerintah lewat APBD kabupaten maupun APBN. Siswa miskin ini memperoleh biaya sekaligus, mulai dari bantuan terhadap anak yang berasal dari keluarga kurang mampu hingga mereka memiliki prestasi. Jumlah pelajar miskin tersebut, mulai dari SD sederajat sampai sekolah menengah atas (SMA) sederajat.

“Tiap tahun kita gelontorkan bantuan bagi anak-anak berasal dari keluarga miskin itu,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok, Drs. H. Yuswardi di Kotobaru, Senin (18/7).

Dijelaskan, untuk SD madrasah ibtidaiyah, ada 4.277 murid miskin yang berasal dari berbagai kecamatan dan nagari. Dari jumlah itu, 52 orang merupakan penerima beasiswa tambahan berupa beasiswa prestasi dan kemampuan. Banyaknya siswa miskin dari tingkatan sekolah terendah ini disebabkan latarbelakang keluarga dan orangtua miskin dengan berbagai faktor penyebab. Mulai dari miskin penghasilan maupun karena miskin ketidakmampuan. Semua anak miskin tingkatan SD/MI dibantu juga dengan dua sumber yakni APBD Kabupaten Solok dan pemerintah pusat.

“Untuk tingkatan sekolah menengah pertama dan sekolah setingkat lainnya ada 738 orang,” tutur Yuswardi menambahkan.

Kemudian, beasiswa prestasi pada jenjang sekolah lanjutan pertama ini berjumlah 40 siswa. Tiap sekolah ada bervariasi memperoleh beasiswa dari keluarga miskin ini. Bahkan, ada 5 sampai lebih di tiap sekolah muridnya mendapatkan bantuan biaya pendidikan dari pemerintah.

Sementara pada tingkatan sekolah menengah atas dan sederajat, untuk SMA tercatat 1.152 orang pelajar miskin. Pada tingkatan SMK berjumlah 443 siswa dan 265 pelajar lainnya adalah pelajar miskin pada jenjang madrasah aliyah (MA). Data secara umum pelajar miskin diperkirakan cenderung bertambah.

Tapi, kemungkinan peningkatannya tidak terlalu mencolok. Meski begitu, Dinas Pendidikan tetap mengupayakan bagi mereka berasal keluarga miskin membantunya dengan segopok program dan strategi. 105

Kota Solok

Sejumlah 7.752 siswa SMP/MTs/SMA/SMK Kota Solok tercatat dalam kategori miskin, sehingga Dinas Pendidikan mengusulkan mereka mendapatkan dana BKM (bantuan Khusus Murid) yang berasa dari APBN tahun 2011 serta dana pendukung keluarga tidak mampu APBD Kota Solok pendidikan 2011. Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok H.Rafatli bersama Kabid Pendidikan Menengah, H.Hendrizon, Senin (18/7).

Sekolah yang penerima dana BKM khusus SMA 742 siswa per smester menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kabid Pendidikan Menengah itu terdiri dari SMAN 1 Kota Solok, 223 siswa, SMA Negeri 2 Kota Solok, 184 siswa, SMA negeri 3 Kota Solok, 138 siswa dan SMA Negeri 4 Kota Solok, 164 siswa dan SMA Muhammadiyah Kota Solok, 33 siswa.

Sementara siswa SMA/SMK penerima dana pendukung pendidikan keluarga tidak mampu sebesar Rp100.000 per bulan berjumlah 4.800 siswa. Untuk SMP/MTs menerima macam dana yaitu dana pendukung keluarga tidak mampu yang berasal dari Pemerintah Kota (Pemko) Solok, 2.364 siswa dan dana bea siswa berprestasi untuk 396 siswa masing-masing Rp70.000 per bulan.

Selain itu pemerintah juga memberikan dana bantuan operasional manajemen mutu untuk sejumlah 4.034 siswa dengan besar dana bervariasi.

Solsel

Solok Selatan (Solsel) terdapat 3.255 anak miskin. Rinciannya, SD, 2.571,SMP 596 orang,SMA 88 orang. Mereka mendapat beasiswa.

Padang

Jumlah siswa miskin di Padang cukup tinggi. Saat ini tercatat sebanyak 24 ribu. Jumlah itu terdiri dari 8 ribu di SLTA sederajat, 8 ribu lebih pula di SMP sederajat dan 8 ribu lebih di SD sederajat. Jumlah itu mencapi 65 persen dari jumlah siswa di Kota Padang.

“Sebenarnya saat ini kita masih menunggu laporan tuntas dari beberapa sekolah. Dan angka itu sudah mendekati jumlah siswa miskin di Kota Padang,” sebut Kepala Dinas Pendidikan Padang, Bambang Sutrisno pada Singgalang Senin (18/7).

Ada Rp2, miliar beasiswa dari APBD Padang, provinsi dan APBN. Tapi, tidak semua anak miskin yang dapat. Secara keseluruhan jumlah siswa di adang mencapai 30.900 orang. Jumlah itu yakni, 16.900 SMP dan SLTA sederajat. Kemudian SD sederajat 14 ribu. Sementara jumlah siswa miskin yang tercatat awal 24 ribu siswa.

Anggaran beasiswa yang ada untuk 8.336 siswa miskin di SLTA sederajat, untuk SMP 6.000 siswa dan 4.000 siswa untuk tingkat SD. Anak miskin yang dapat bantuan itu tersebar di 442 SD, 37 SMP negeri 46 SMP swasta 18 MTSN dan 16 SMA 34 SMK, 21 SMA Swasta 10 MAN.


Responses

  1. Alhamdulillah, Sumbar hebat cerdaskan anak2 negeri untuk selamatkan satu generasi, barakallah …

  2. Dalam Era Otoda ini, beberapa kabko memang telah cukup hebat penanganan pendidikan buat siswa dari keluarga miskinnya. Ada peng-gratisan. Pertanyaannya sekarang, kenapa masih banyak kabko seperti ‘belum’ berbuat apa-apa ke arah itu?

    Bantuan pendanaan, sampai dengan menggratiskan, bagi keluarga miskin memang sangat membantu. Akan tetapi, usaha meningkatkan mutu proses belajar-mengajar di setiap kelas, secara mikro, tidak kalah pentingnya. Harus diingat, masuk kesekolah saja bagi semua anak didik tidak cukup. Untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia di Sumbar tentu diperlukan mutu proses belajar mengajar yang baik. Tidak cukup dengan penggratisan saja. Diharapkan juga pendidikan berkarakter yang dicapai dengan ‘pemberian contoh’ karakter yang baik oleh semua pendidik (guru).

    Ada keluhan dari beberapa kepala sekolah dan guru senior yang sempat saya pantau. Semenjak pendidikan gratis dicanangkan di daerah kami; kami di sekolah merasa ‘miskin’. Ada beberapa kegiatan ekstra yang biasa kami lakukan selama ini dengan menggunakan dana ‘pungutan’, kini tidak dapat kami lakukan lagi. Jadinya, kami hanya melakukan proses belajar mengajar ‘normatif’ saja sesuai daftar pelajaran reguler. Belajar tambahan tak dapat kami lakukan.

    Apa yang kita telah lakukan untuk ini untuk pendidikan bermutu?

  3. Ass, God Job untuk pemda kota Padang yang berusaha membangun generasi yang tidak buta pendidikan baik dunia maupun akhirat, semoga dana titipan dari masyarakat dimanfaatkan semaksimal mungkin, agar kita tidak dilaknat Allah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: