Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | November 2, 2011

HAJI DAN KURBAN

HAJI DAN KURBAN

Oleh : Drs. H. Athor Subroto, M. Si

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِىْ فَرَضَ عَلَى عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ حَجَّ الْبَيْتِ الْحَرَامِ مَنِ اسْتَطَاعَ إلَِيْهِ سَبِيْلاً. اَشْهَدُ اَنْ لَااِلَهَ اِلَّااللهُ رَبُّ الْعِزَّةِ. وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبارِكْ عَلَى نَبِيِّ الرَّحْمَةِ وَسَيِّدِالْاءُ مَّةِ. سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا وَقُرَّةِ اَعْيُنِنَا مُحَمَّدٍ كَاشِفِ الْغُمَّةِ وَشَفِيْعِ الْأُمَةِ. وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ وَسَاءِرِ مَنْ اِتَّبَعَ دِيْنِهِ مِنْ يَوْمِ هَذَا اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ يَوْمَ الْجَزَاء وَيَوْمَ اْلقِيَامَة. اَمَّابَعْدُ: فَيَا اَيُّهَاالَّناسُ اتَّقُوْااللهَ فَقَدْ فَازَالْمُتَّقُوْنَ.قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِن شَاءَ اللَّـهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Kaum Muslimin Rahimakumullah

Saya mengajak diri saya sendiri dan saudara-saudaraku semua – untuk selalu meningkatkan takwa dengan sebenar-benarnya. Melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. Kita sadar, bahwa dengan iman yang kuat – akan selamat hidup di dunia dan akhirat.

Saudara-saudara yang berbahgia.

Saat ini umat Islam dari berbagai penjuru dunia – telah berkumpul di Makkah dan Madinah. Mereka memenuhi panggilan Nabi Ibrahim As – untuk menunaikan ibadah Haji, rukun Islam yang kelima.

Perasaan yang penuh harap dan cemas menjadi satu dalam jiwa mereka. Rasa suka dan duka, menyelimuti sepanjang perjalanan ibadah mereka. Harta benda, keluarga dan tanah air  mereka tinggalkan – untuk mendapatkan ampunan dan maghfirah-Nya. Barangsiapa hanjinya mabrur, mendapat balasana surga. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw:

اَلْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إَلَّا الْجَنَّةِ  (رواه البخارى)

“Umrah satu ke umrah lainnya sebagai tebusan dosa antara keduanya. Dan haji yang mabrur tidak ada balasan kecuali surga” (HR Bukhari)

Semoga, kita semua dapat menyusul mereka tahun depan, danmendapat hajji yang mabrur. Aminnya rabbal alamin.

Saudara-saudara yang saya mulyakan.

Sudah sering kali diungkapkan, bahwa ibadah haji dan kurban adalah berakar pada sejarah Nabi Ibrahim AS – dengan isterinya yang bernama Siti Hajar dan putranya yang bernama Ismail. Ibadah tersebut mereka kerjakan demi mematuhi perintah Allah SWT.

Firman Allah Swt:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِن شَاءَ اللَّـهُ مِنَ الصَّابِرِينَ ﴿١٠٢

Artinya: “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembeilhmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu! Ia menjawab: Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (As Shaffaat: 102 ).

Kesediaan dan kerelaan Ibrahim, Siti Hajar dan Ismail, akhirnya mendapatkan pertolongan yang amat besar dari Allah SWT. Allah mengganti Ismail yang telah terbaring di atas tanah, dengan seekor domba. Dan, domba itulah lalu yang disembelih. Ismail terlepas dari renggutan maut. Nabi Ibrahim sendiri kemudian diangkat menjadi khalilullah, manusia kekasih Allah.

Kita menyadari sepenuhnya bahwa kehidupan di dunia ini tidak ada puasnya. Ketika masih miskin, ingin jadi orang kaya. Tetapi setelah jadi orang kaya—ternyata masih terasa kurang saja. Memang kehidupan dunia  tidak ada puas-puasnya sampai orang itu meninggal dunia.

Islam menganjurkan untuk saling tolong menolong; Islam mengajarkan untuk membantu yang lemah; Islam menyerukan untuk menegaknya keadilan; dan, Islam menawarkan kepada kita dengan berbagai ajarannya untuk mewujudkan masyarakat adil makmur dibawah ridla Allah SWT. Di dalam al Qur’an Allah berfirman :

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

 “Bertolong-tolonglah kamu dalam urusan kebaikan. Dan janganlah kamu bantu  membantu dalam dosa dan permusuhan”. (QS. Al Maidah: 2)

Penyembelihan kurban itu seolah-olah tindakan simbolis dari tekad yang kuat untuk menyembelih nafsu hewaniah dan nafsu serakah yang melekat pada tubuh manusia. Nafsu inilah yang sering mendorong manusia terperangkap kedalam perbuatan keji dan jahat. Nafsu ini pula yang menyeret seseorang jatuh tidak terhormat, berlumuran dosa karena penuh maksiat.

Nabi Muhammad SAW pernah mengingatkan dalam haditsnya :

لَيْسَ الْمُوءْمِنُ الَّذِىْ يَشْبَعُ وَجَارُهُ جَاءِعٌ عَلَى جَنْبِهِ ( رواه البيهق)

“Tidaklah termasuk orang yang beriman orang yang kenyang perutnya, sedang tetangganya dalam kelaparan”. (HR. Baihaqi)

Kaum muslimin yang berbahagia.

Kalau kita mau mencermati hadits Nabi SAW tadi, sungguh akan terasa betapa pentingnya kita sebagai kaum yang diberi kemampuan oleh Allah, untuk membantu saudara-saudara kita yang kebetulan bernasib kurang beruntung. Kita tidak dibenarkan oleh agama – hidup serba berkecukupan sedang tetangga kita hidup dalam penderitaan dan kenistapaan. Bahkan Rasulullah SAW memberi catatan khusus kepada orang yang bakhil, orang yang tidak mau peduli kepada sesama seperti itu, mereka tergolong orang yang tidak sempurna imannya. Karena kalah dengan godaan nafsunya.

Rasulullah SAW pernah mengejutkan sahabat-sahabat beliau yang baru saja kembali dari perang Badar. Satu peperangan yang tergolong dahsyat. Personal perangnya tidak seimbang. Pasukan kafir 1.000 personal. Sedang kaum Muslimin hanya 300 orang. Tidak sedikit para syuhadak yang jatuh berguguran dalam pertempuran melawan kaum kafir itu. Nabi Muhammad SAW bersabda:

رَجَعْنَا مِنَ الجِْهَادِ الْاَصْغَرِاِلَى الجِْهَادِالْاَكْبَرِ,قَالَ وَمَا الْجِهَادُالْاَكْبَرِ؟ قَالَ جِهَادُالنَّفْسِ (الحديث او كماقال)

“Kita telah kembali dari peperangan yang kecil, menuju perang yang lebih  besar. Para sahabat terkejut dan bertanya, apakah yang dimaksud perang yang lebih besar ? Beliau  menjawab : perang melawan hawa nafsu”. (  Al Hadits ).

Saudara-saudaraku kaum muslimin yang dirahmati Allah. Secara sederhana, perang melawan hawa nafsu itu ialah sanggup menyerahkan ternak kurban. Dagingnya   dibagikan kepada yang berhak. Mulai tanggal 10 sampai dengan 13 Dzulhijjah, kita dianjurkan untuk menyembelih kurban.

Mari kita perhatikan peringatan Rasulullah SAW berikut ini:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا (رواه ابن ماجه)

Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda:  barangsiapa telah mempunyai kemampuan, tetapi tidak mau berkurban, maka janganlah ia mendekati mushalla kami”. (HR. Ibnu Majah)

Saudara-saudara, mari  kita laksanakan perintah Rasululllah SAW itu, untuk membantu saudara-saudara kita yang lemah dan sangat membutuhkan. Saudara-saudara kita yang kena musibah dan bencana. Mereka telah kehilangan tempat tinggal. Mereka kehilangan sanak famili dan saudara. Mereka hidup menderita. Tidak seperti kita. Kita masih mempunyai harta benda, sanak famili dan handai taulan.

Dengan demikian kita dapat berkurban untuk membangun bangsa. Menggembirakan saudara-saudara kita, dan sekaligus bisa meningkatkan gizi serta kecerdasan otak mereka. Kalau rakyatnya cerdas – negara kita bisa menjadi maju.  Bangsa Indonesia menjadi makmur dan sejahtera. Menjadi baldatun thayyibatu wa rabbun ghafuur. Amin.

أَعُوْذُ بالله مِنَ الشَّيْطاَنِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ.

وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ﴿٣

باَرَكَ اللهُ لِىْ وَلَكُمْ فِى اْلقُرْاَنِ الْعَظِيَمِ. وَنَفَعَنِىْ وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْأَيَاةِ وَالذِّ كْرِالْحَكِيْمِ. اَقٌوْلُ قَوْلِ هِذاَ وَاَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمِ. اِنَّهُ هُوَالْغَفُوْرٌرَحِيْمِ

———————-
Download artikel (khutbah) ini dalam fomat word document [klik disini]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: