Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | November 12, 2011

Perangkat Lunak Tes Indonesia Diluncurkan

Perangkat Lunak Tes Indonesia Diluncurkan

JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia mampu mengembangkan perangkat lunak (software) ujian elektronik atau E-Asesmen untuk sekolah-sekolah. Penyelenggaraan E-Asesmen ini diharapkan dapat mengantisipasi kebocoran dan kecurangan hingga memberi penliaian obyektif.

Pengembangan perangkat lunak E-Asesmen yang bisa dilaksanakan secara online (menggunakan komputer) atau offline (tercetak) itu dilakukan perusahaan pengembang perangkat lunak pendidikan Indonesia yang telah memiliki reputasi internasional, Pesona Edu.

Sebagai tahap awal, perangkat lunak E-Asesmen ini tersedia untuk mata pelajaran Matematika dan Sains (Fisika, Kimia, dan Biologi) untuk jenjang SD-SMA atau yang sederajat.

Wono Setya Budhi, penggagas program E-Asesmen di bawah payung Pesona Asesmatik sekaligus pengajar Matematika di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), mengemukakan bahwa pengembangan E-Asesmen ini dapat mentransformasi penyelenggaraan ujian di sekolah-sekolah hingga tingkat nasional. Soal-soal masih terbatas pada pilihan ganda, namun dengan kualitas soal yang menuntut kemampuan berpikir/logika, bukan sekadar mengahafal.

Heru Widiatmo, peneliti di Departemen Penelitian pengukuran ACT Amerika Serikat, mengatakan keberhasilan ujian ditentukan kualitas soal-soalnya. “Ujian tidak sekadar untuk menentukan siswa lulus atau tidak lulus. Ujian itu berguna buat siswa untuk mengetahui pemahamannya, sedangkan guru tahu apakah materi yang disampaikan bisa dipahami danpenyampaiannya sudah pas,” kata Heru, Jumat (11/11/2011) di Jakarta.

Menurut Heru, di Indonesia belum berkembang lembaga pengujian yang terpercaya. Akibatnya, pelaksanaan ujian nasional (UN) pun dilaksanakan oleh pemerintah. “Padahal di negara-negara lain pembuatan soal dan penyelenggaraannya dilaksanakan lembaga pengujian independen,” ujar Heru.

Hary Candra, Direktur PT Edukasi, menjelaskan bahwa perangkat lunak E-Asesmen ini merupakan tes yang dikenal dengan istilah computerized adaptive test (CAT). Bahkan soal-soal tes dapat disiapkan 15 menit sebelum ujian, tanpa kertas. “Memang masih banyak sekolah yang belum punya komputer. Tapi soal-soal bisa dicetak beberapa saat sebelum ujian,” kata Hary.

Perangkat lunak pengujian buatan anak bangsa ini, menurut Hary, dibuat dari yang mudah sampai sangat sulit. Bahkan, siswa yang belum paham bisa mendapat latihan soal yang belum dikuasainya. Hasil penskoran dilakukan secara subyektif oleh sistem komputer. Nilai yang diperoleh siswa diberi deskripsi atau penjelasan sehingga siswa mengetahui soal pencapaiannya.

Pengembangan E-Asesmen, kata Hary, bisa juga menjawab kebutuhan soal-soal berkualitas untuk ujian nasional (UN). Distribusi soal tidak lama dan meminimalisasi kebocoran, serta penilaian yang cepat.


Responses

  1. Saya harap perangkat lunak E-Asesmen ini tersedia untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia SMK

  2. E-assesment baikkk, bagaimana dengan lingkungan pelosok atau yang dipedalaman?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: