Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | November 12, 2011

Video hari ini : Hanya 2 Hari, 200 Wanita Katolik Jadi ‘Muslimah’

Video hari ini :
Hanya 2 Hari, 200 Wanita Katolik Jadi ‘Muslimah’

REPUBLIKA.CO.ID, SAN BERNARDINO – Corinno Ordonez bukan seorang Muslim. Ia penganut Katolik taat. Bertahun-tahun, ia memendam tanda tanya tentang mengapa perempuan Muslim mengenakan jilbab. “Seperti apa rasanya?” katanya.

Pucuk dicinta ulam tiba. Ia menerima tantangan organisasi mahasiswa Muslim di California State University San Bernardino untuk mengenakan jilbab. Ini adalah program mereka untuk lebih mengenalkan Islam dan meningkatkan saling pengertian antarumat beragama.

“Dulu aku melihat mereka dan aku bertanya-tanya bagaimana orang lain melihat mereka dan mereka menghakimi mereka. Hal-hal seperti itulah yang membuat saya ingin mencobanya,” katanya.

Persis, alasan inilah yang ada di balik ide Asosiasi Mahasiswa Muslim menggelar program “Take the Hijab Challenge”. Pelalui program ini, para mahasiswi di California State University San Bernardino ditantang untuk mengenakan jilbab, dan setelahnya diharapkan akan berubah sikap. “Dengan cara ini, kesalahpahaman akan kita kikis,”  kata Naheed Sahak.

Dia mengatakan banyak wanita di negara ini, yang memakai jilbab, mendapatkan respons negatif dan  bahkan reaksi bermusuhan.

Padahal jilbab, katanya, diperintahkan dalam Islam salah satunya untuk kesopanan. “Kau tahu, di abad ke-21 ini gadis-gadis berpikir keindahan adalah tentang menampilkan tubuh Anda,” kata Sahak.

Para kritikus mengklaim bahwa hijab adalah bentuk penindasan, bahwa perempuan dianggap tunduk kepada pria, karena mereka harus menutupi tubuhnya sedangkan pria tidak.

Kembali ke Ordonez, ia mengatakan bahwa dirinya  menghabiskan waktu sekitar satu jam untuk merapikan jilbabnya. Namun ia tidak keberatan menutupinya untuk mengambil tantangan. Dia bergabung dengan lebih dari 200 wanita selama dua hari.

Ordonez memakainya sekitar kampus, mulai dari kuliah, bertemu teman-temannya, makan di kafetaria, hingga ke perpustakaan.

“Sebagian besar reaksi yang aku dapatkan adalah orang-orang mencoba untuk tidak melihat ke arahku. Jika mereka menatapku seperti karena sebuah ‘insiden’, dan mereka akan langsung melihat ke bawah,” katanya.

Kamis malam (hari ini WIB) Asosiasi Mahasiswa Muslim rencananya akan menampilkan video mereka yang mengambil tantangan dan apa reaksi yang mereka dapatkan, diikuti dengan sesi tanya jawab


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: