Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | November 16, 2011

Mengajarkan Mendahulukan Yang Kanan, Ajarkan mendahulukan yang kanan sekali pun ia seorang yang kidal

Mengajarkan Mendahulukan Yang Kanan,
Ajarkan mendahulukan yang kanan sekali pun ia
seorang yang kidal

Oleh : Drs. Marijan
Praktisi Pendidikan di SMP 5 Wates Kulon Progo DIY

Pada  umumnya masyarakat telah menetapkan bahwa bagian kanan tubuh ini identik dengan hal-hal yang baik. Sebaliknya bagian kiri diidentikkan dengan hal-hal yang lebih rendah derajadnya. Lepas dari sifat khusus seseorang misalnya kidal. Adat sudah menggariskan bahwa bagian tubuh yang kanan (tangan, kaki,telinga) diposisikan  untuk perlakuan hal-hal yang baik. Oleh karenanya masyarakat memperlakukan untuk hal-hal yang baik, bagian kanan itu didahulukan.

Misalnya, menerima sesuatu dari pemberian orang lain, berwudlu, masuk masjid, memasukkan makanan ke mulut, memberikan sesuatu kepada orang lain  dan sebagainya. Hal-hal semcam itu diharapkan menggunakan/mendahulukan bagian yang kanan. Jadi masuk masjid diharapkan kaki kanan dulu yang maju, makan menggunakan tangan kanan, dan berwudlu mendahulukan yang kanan.

Apalagi menyangkut keberadaan orang lain seperti halnya memberi/menerima sesuatu kepada/dari orang lain. Sebab, orang lain tersebut memperhatikannya. Orang lain tersebut menilai. Dan keberadaan seseorang akan bermanfaat apabila sikap dan perilakunya mendapat penilaian yang baik dari orang lain atau masyarakat sekitar.

Tiap pekerjaan yang mulia, baik dimulai dari kanan, sebaliknya pekerjaan yang hina seperti masuk WC hendaklah lebih baik dimulai dari kiri. Diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari ‘Aisyah r.a., katanya Rasulullah SAW suka mendahulukan anggota kanan dalam memakai sandal, bersisir, bersuci dan dalam segala hal. Diriwayatkan bahwa Rasulullah suka mendahulukan anngota yang kanan dalam memakai sandal, bersisir, bersuci dalam segala hal.

Berhubung pemahaman mendahulukan yang kanan itu lebih baik dalam hal-hal yang baik maka anak-anak pun perlu dibiasakan melakukannya. Tentu, kecuali nasihat dari orang tua, latihan penerapan melakukannya jauh lebih penting bagi si anak. Orang tua harus sensitif melihat perilaku si anak tentang hal ini. Sebab, selama ini masih banyak ditemui anak-anak memasukkan makanan ke mulut atau mengambil dari piring menggunakan tangan kiri, masuk masjid kaki kiri maju dulu dan menerima sesuatu dari orang lain menggunakan tangan kiri.

Untuk menanamkan dan membiasakan mendahulukan yang kanan, anak perlu ditegur apabila tidak melakukannya. Selanjutnya anak dibimbing untuk menerapkan mendahulukan/menggunakan bagian yang kanan untuk hal-hal yang baik. Jangan dibiarkan anak mengambil tempe goreng dengan tangan kiri. Suruh mengulangi dengan tangan kanan. “Mana tangan manisnya ?” tanya kita orang tua apabila melihat si anak menerima pemberian  sesuatu menggunakan tangan kiri.

Berilah contoh masuk masjid dengan menginjakkan kaki kanan di lantai lebih dahulu. Kemudian amati si anak. Pujilah dengan kata-kata yang menarik, sejuk dan menyenangkan. Misalnya, pintar, bagus, cakepnya dan lain sebagainya ketika melihat si anak telah melakukan mendahulukan yang kanan.

Kita tidak perlu memperdebatkan sesutu yang sudah dianggap menjadi adat dan itu bernilai positif, sebagai hal yang tidak berdasar logika. Mengapa menerima pemberian permen dengan tangan kanan? Mengapa membasuh tangan ketika berwudlu yang kanan dulu? Mengapa meletakkan gelas di depan tamu, sebelah kanannya? Dan lain-lain merupakan suatu yang biasa, terbiasa, ditradisikan bahkan dianjurkan oleh agama. Memang secara fungsional antara tangan kanan dan kiri, kaki kanan dan kiri sama-sama dapat untuk menerima dan dapat untuk berjalan. Akan tetapi atas nama kebiasaan mendahulukan/menggunakan bagian yang kanan untuk kebaikan merupakan suatu  tindakan yang baik, sopan dan beradab. Begitulah masyarakat mentradisikan.

Wahai anakku sayang, seandainya engkau mau menerima nasihat dari seseorang, maka akulah orang yang pantas untuk kauterima nasihatnya. Aku adalah ayahmu, yang selalu berdoa  agar pendidikanmu bisa membantu memelihara jiwamu. Engkau tidak akan mendapat seorang pun yang lebih baik mengharapkan kebaikan darimu kecuali aku (ayahmu).

Wahai anakku sayang, berbuatlah yang lebih baik dahulukan yang kanan agar malaikat senantiasa mencatat amalanmu sebagai hal yang baik. Rasulullah melakukan perbuatan yang baik dengan mendahulukan anggota tubuhnya yang kanan. Engkau umatnya, tidaklah ada keraguan  meniru rasulnya.

————–
Download artikel ini dalam format word document, [klik disini]


Responses

  1. setiap pekerjaan yg baik ,alangkah baik nya di mulai dg tangan kanan
    ajar kan dan latih anak dari kecil

  2. Sepengetahuan saya menggunakan tangan kanan bukan sekedar adat istiadat atau tradisi yang dinilai positif, tetapi merupakan tuntunan syari’at Islam. Banyak ayat-ayat Al Qur’an dan Hadits Rosulullah saw yang menjelaskan keutamaan bagian kanan terutama tangan kanan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: